Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran, pada Sabtu (22/8/2026), memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak bergabung dalam perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat (AS). Teheran menegaskan akan memperlakukan negara mana pun yang mendukung sanksi ekonomi tersebut sebagai musuh dan siap menargetkan kepentingan mereka.
Peringatan tersebut muncul menyusul pengumuman rencana sanksi baru dari Presiden AS Donald Trump yang berupaya memutus total hubungan dagang Iran dengan mitra internasionalnya. Ancaman ini memperkeruh situasi di Timur Tengah ketika perang telah berlangsung hampir enam bulan tanpa kejelasan perundingan damai.
