“Pengembangan kemampuan militer dan ofensif ruang angkasa AS dapat mendorong negara lain untuk mengembangkan kemampuan tandingan dan mengintensifkan perlombaan senjata di ruang angkasa,” kata Duta Besar dan Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, seperti dilansir Jerusalem Post pada Sabtu (22/8/2026).
Iran Sebut Ruang Angkasa Bisa Jadi Medan Perang Baru, Kok Bisa?

- Iran memperingatkan pengembangan kemampuan militer ofensif AS di ruang angkasa dapat memicu perlombaan senjata, menjadikan orbit sebagai medan konflik baru.
- AS mengumumkan program Golden Dom untuk menempatkan persenjataan, termasuk rudal, di ruang angkasa sebagai perisai terhadap ancaman serangan rudal asing.
- Iran dan Israel turut meningkatkan kapabilitas ruang angkasa; Teheran mengembangkan satelit dan fasilitas peluncuran, sementara Israel menggarap perlindungan aset serta senjata laser ruang angkasa.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menyebut ruang angkasa berpotensi jadi medan perang baru pada masa mendatang. Sebab, Amerika Serikat (AS) saat ini sedang berupaya mengembangkan persenjataan di ruang angkasa. Menurut Iran, langkah ini bisa memicu negara-negara lainnya untuk melakukan hal serupa.
1. AS sudah berambisi mengembangkan senjata di ruang angkasa sejak Mei lalu

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpartisipasi dalam wawancara dengan Bev Turner dari GB News di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, pada 14 November 2025. (flickr.com/The White House viacommons.wikimedia.org/The White House) Ambisi AS untuk mengembangkan senjata di ruang angkasa ini sudah diumumkan oleh Presiden Donald Trump sejak Mei lalu. Dilansir Al Jazeera, proyek ini termasuk dalam program yang disebut Golden Dom. Melalui program ini, Negeri Paman Sam akan menaruh banyak persenjataan, termasuk rudal, di ruang angkasa untuk menghalau serangan pihak asing.
“Saya berjanji kepada rakyat Amerika (Serikat) bahwa saya akan membangun perisai pertahanan rudal canggih untuk melindungi tanah air kita dari ancaman serangan rudal dari pihak asing,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada Mei lalu dilansir Al Jazeera.
2. Negara-negara di Timur Tengah juga sedang berlomba meningkatkan kapabilitas ruang angkasanya

potret satelit (pexels.com/SpaceX) Selain AS, negara-negara di Timur Tengah saat ini juga sedang berlomba-lomba untuk meningkatkan kapabilitas ruang angkasanya. Salah satu negara Timur Tengah yang kini sedang melakukan itu adalah Iran sendiri.
Berdasarkan keterangan Kepala Badan Ruang Angkasa Iran, Hassan Salarieh, pada Juli lalu, Iran kini terus berupaya meningkatkan teknologi ruang angkasanya. Ada sejumlah upaya yang dilakukan Teheran untuk mewujudkan hal itu. Beberapa di antaranya, seperti pengembangan infrastruktur ruang angkasa, satelit, serta pengembangan layanan data dan citra satelit.
Salarieh mengatakan, dalam beberapa bulan lagi, Iran juga akan meluncurkan sejumlah fasilitas ruang angkasa baru. Salah satunya adalah situs peluncur Chabahar. Selain itu, Teheran juga ingin mengembangkan citra satelit yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI). Nantinya, teknologi tersebut akan digunakan untuk kepentingan rakyat.
3. Israel juga sedang fokus meningkatkan kapabilitas ruang angkasanya

potret bendera Israel (pexels.com/Hanna M) Di sisi lain, Israel saat ini juga sedang melakukan hal serupa. Kepala Bidang Teknologi dan Digital Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Yael Grosman, mengatakan, Israel kini sedang fokus meningkatkan kekuatan militer untuk menjaga semua fasilitas ruang angkasanya.
Pada Juni lalu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan, negaranya kini sedang mengembangkan senjata laser ruang angkasa. Katz menjelaskan, senjata itu nantinya akan digunakan oleh IDF untuk melakukan dan menghalau serangan di ruang angkasa.
“Hingga hari ini, tidak ada negara yang memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di luar angkasa. Kita harus menjadi negara terdepan di dunia dalam kemampuan ini. Jika kita mencapai hal ini, maka akan menjamin keunggulan dalam hal pencegahan, kemampuan untuk menyerang, menghancurkan, dan semua hal lainnya dibandingkan dengan musuh-musuh kita yang memiliki sumber daya besar,” kata Katz.



















