Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran Ogah Temui AS di Pakistan
potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)
  • Iran menegaskan tidak akan bertemu langsung dengan delegasi AS di Pakistan dan hanya berdiskusi dengan Pakistan sebagai mediator untuk membahas perdamaian serta deeskalasi konflik di Timur Tengah.
  • AS mengklaim Iran yang lebih dulu meminta pertemuan damai, lalu mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan atas instruksi Donald Trump untuk melanjutkan pembicaraan tersebut.
  • Donald Trump menetapkan syarat baru agar Iran menghentikan pendanaan Hizbullah jika ingin berdamai, sambil mengklaim bahwa Iran telah bersedia mengikuti seluruh ketentuan dari AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menegaskan tidak berencana untuk bertemu dengan delegasi Amerika Serikat di Pakistan untuk membicarakan perdamaian. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqei, mengatakan, pihaknya justru akan melakukan pertemuan dengan Pakistan sebagai mediator untuk membicarakan perdamaian dengan AS dan deeskalasi konflik di Timur Tengah. Menurut Baqei, delegasi Iran juga sudah sampai di Islamabad untuk membicarakan hal tersebut bersama Pakistan.

“Kami tiba di Islamabad, Pakistan, untuk kunjungan resmi. Menteri Luar Negeri Araghchi akan bertemu dengan para pejabat tinggi Pakistan sehubungan dengan mediasi dan upaya baik mereka yang sedang berlangsung untuk mengakhiri agresi yang dipaksakan Amerika (Serikat) dan memulihkan perdamaian di kawasan kita. Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS. Pengamatan Iran akan disampaikan kepada Pakistan,” tulis Baqei di X pada Sabtu (25/4/2026) pagi waktu setempat.

1. AS ingin bertemu dengan Iran untuk membicarakan perdamaian

ilustrasi perdamaian (unsplash.com/Road Ahead)

Di sisi lain, AS justru ingin bertemu dengan delegasi Iran untuk membicarakan perdamaian kedua negara. Bahkan, AS dalam keterangannya yang dirilis pada Jumat (24/4/2026) mengklaim bahwa Iran yang lebih dulu meminta AS untuk bertemu dengan mereka. Oleh karena itu, AS mengirim dua utusan khusus bernama Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk memenuhi permintaan tersebut.

"Saya dapat mengkonfirmasi bahwa Steve Witkoff dan Jared Kushner akan berangkat ke Pakistan lagi besok pagi untuk terlibat dalam pembicaraan (damai dengan Iran). Pihak Iran menghubungi kami, seperti yang diminta oleh Presiden Donald Trump dan mereka yang meminta percakapan tatap muka ini," jelas Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sebuah unggahan di X.

2. Donald Trump memberi syarat baru ke Iran jika ingin damai dengan AS

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Dalam negosiasi perdamaian tahap kedua di Pakistan, AS berencana memberikan syarat baru ke Iran untuk mencapai perdamaian. Jadi, jika ingin berdamai dengan AS, Iran harus bersedia menghentikan pasokan dana untuk Hizbullah. Sebab, Iran memang menjadi salah satu pemasok dana dan senjata bagi milisi asal Lebanon tersebbut. Ini merupakan bentuk solidaritas Iran yang telah menjadi sekutu Hizbullah sejak lama. 

Syarat tadi merupakan syarat yang diminta langsung oleh Presiden Donald Trump pada Kamis (23/4/2026) lalu. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan Iran wajib mematuhi dan melaksanakan syarat tersebut jika ingin berdamai dengan AS. Jika tidak, maka Washington tidak akan menyepakati perdamaian dengan Teheran. “Itu (berhenti mendanai Hizbullah) merupakan hal yang wajib,” ujar Trump seperti dilansir Times of Israel.

3. Trump mengklaim Iran setuju mengikuti semua syarat dari AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Gedung Putih, Washington DC. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim bahwa Iran sudah bersedia mengikuti semua syarat perdamaian yang diberikan AS. Menurut Trump, langkah ini dilakukan semata-mata agar perang dengan AS bisa segera berakhir.

Sebelumnya, AS juga sudah mengajukan syarat perdamaian ke Iran. Syarat tersebut diberikan dalam perundingan damai tahap pertama yang juga digelar di Pakistan pada 11 April lalu. 

Jika ingin berdamai dengan AS, Iran harus menyetop program senjata nuklir mereka. Sebab, program tersebut dianggap mengganggu stabilitas keamanan dunia, khususnya di Timur Tengah. Namun, Iran kala itu memutuskan untuk menolak syarat tersebut. Inilah yang membuat negosiasi perdamaian tahap pertama antara AS dan Iran gagal total. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team