Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Calon Manajer Kopdes yang Meninggal Saat Latsar Militer Bertambah Jadi 4 Orang

Calon Manajer Kopdes yang Meninggal Saat Latsar Militer Bertambah Jadi 4 Orang
Upcara pembukaan pendidikan dan pelatihan (diklat) sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih 2026. (www.instagram.com/@lanud_halim_perdanakusuma)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kementerian Pertahanan mengonfirmasi meninggalnya Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta SPPI yang mengikuti latihan dasar militer di Satdik Yon Parako 465.
  • Rifki sempat mengalami sesak napas, mendapat perawatan intensif di RSAU dr Esnawan Antariksa, namun dinyatakan meninggal pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.
  • Dengan wafatnya Rifki, total empat peserta SPPI meninggal dalam dua pekan terakhir akibat berbagai kondisi kesehatan saat menjalani pelatihan militer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan membenarkan satu peserta Sarjana Program Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal ketika mengikuti latihan dasar militer. Sehingga, total ada empat peserta SPPI yang meninggal dalam dua pekan terakhir.

Peserta keempat yang meninggal bernama Muhammad Rifki Renaldi Gunawan. Ia mengikuti pendidikan di Satdik Yon Prako 465.

"Kementerian Pertahanan mengucapkan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, salah satu peserta program SPPI KDKMP tahun 2026 yang sedang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465," ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Jumat (26/6/2026).

Jenderal bintang satu itu mengatakan Rifki mengalami keluhan kesehatan berupa sesak nafas pada Kamis, 25 Juni 2026. Rifki segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan kesatuan.

"Kondisi kesehatannya berangsur membaik. Yang bersangkutan sempat kembali mengikuti aktivitas, Namun, pada sore hari kondisi kesehatannya kembali menurun dan segera dirujuk ke RSAU dr Esnawan Antariksa untuk memperoleh penanganan medis lanjutan," katanya.

Rifki kemudian mendapat penanganan medis secara intensif oleh tim dokter, termasuk perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, nyawa Rifki tak dapat diselamatkan.

"Almarhum dinyatakan meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB," tutur dia.

Selain Rifki, ada tiga peserta SPPI lain yang dinyatakan meninggal beberapa waktu lalu, yakni:

  • Anisa Muyassaroh: meninggal pada 18 Juni 2026 di satuan pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Anisa dinyatakan meninggal akibat heat stroke
  • Yonanda Muhammad Taufiq: meninggal pada 17 Juni 2026 di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan. Yonanda meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung
  • Novia Rahmadhani Sihotang: meninggal pada 23 Juni 2026 di satuan pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Novia memiliki riwayat penyakit tuberkolosis.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
Fahreza Murnanda
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More