Publik Percaya Polri 82,4 Persen, Habiburokhman: Harus Jadi Motivasi

- Survei Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen, menunjukkan peningkatan citra positif dan kepuasan masyarakat atas pelayanan kepolisian.
- Habiburokhman menilai capaian ini hasil kerja keras seluruh personel Polri yang semakin humanis, responsif, serta menerapkan visi Presisi secara nyata di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
- Komisi III DPR mengingatkan Polri agar tidak cepat puas dan menjadikan hasil survei sebagai motivasi untuk terus memperbaiki kinerja serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menilai, angka kepercayaan publik sebesar 82,4 persen berdasarkan hasil survei Litbang Kompas bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.
"Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas hasil survei Litbang Kompas terbaru ini. Angka kepercayaan publik sebesar 82,4 persen ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan bukti riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan," kata Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
1. Ungkap sejumlah poin pemicu capaian polri meningkat

Habiburokhman mengungkapkan, terdapat tiga poin penting yang dapat digarisbawahi terkait capaian tersebut. Pertama, Polri terbukti kerja keras tanpa lelah dalam melayani masyarakat.
Ia mengatakan, kenaikan angka kepuasan dan profesionalitas ini adalah buah dari dedikasi seluruh personil kepolisian, mulai dari tingkat Mabes hingga para Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak di desa-desa.
"Mereka hadir saat masyarakat membutuhkan, dan publik melihat serta merasakan kerja keras itu," kata Habiburokhman.
2. Komisi III sebut visi Presisi bukan sekadar jargon

Kedua, Habiburokhman mengatakan, Komisi III mengamati bahwa dalam setahun terakhir ini, pendekatan humanis Polri semakin menonjol. Polri dinilai, tidak lagi sekadar mengedepankan tindakan penegakan hukum kaku, melainkan pendekatan persuasif, solutif, dan mengayomi.
"Polisi kini lebih dekat, lebih ramah, dan lebih cepat merespons aduan warga. Perubahan kultur ini yang membuat masyarakat merasa aman dan nyaman," kata Waketum Gerindra itu.
Ketiga, menurut dia, kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sangat baik. Visi Presisi yang diusung bukan sekadar jargon, melainkan telah diwujudkan melalui reformasi internal dan peningkatan pelayanan publik yang nyata.
3. Komisi III DPR ingatkan Polri tidak cepat puas

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan agar Polri tidak cepat puas menyikapi tingkat kepuasan publik sebesar 82,4 persen berdasarkan jajak pendapat Litbang Kompas.
"Jadikan hasil survei ini sebagai vitamin dan motivasi untuk terus mempertahankan prestasi, memperbaiki kekurangan yang masih ada, dan terus konsisten menjadi pelindung serta pengayom masyarakat Indonesia," kata dia.
Diketahui, Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 82,4 persen. Survei Litbang Kompas juga menyebut, citra positif Polri naik dari 64,4 persen pada 2025 menjadi 71,5 persen pada 2026. Sedangkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan kepolisian meningkat dari 65,3 persen menjadi 67,6 persen. Survei juga menunjukkan penilaian masyarakat terhadap profesionalitas pelayanan Polri meningkat.













![[QUIZ] Tebak Nama Presiden Negara Peserta Piala Dunia 2026 Saat Ini, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_eb303502a2c25570fd881db56061c870_42c4a4ab-ef89-471a-80da-777dc3f4c599.jpg)




