Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jadi Fondasi Penting, Riset dan Inovasi Kunci Keberhasilan Program JKN

Jadi Fondasi Penting, Riset dan Inovasi Kunci Keberhasilan Program JKN
Untuk mendorong peningkatan kualitas layanan dan memastikan kebijakan Program JKN semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, BPJS Kesehatan meluncurkan The 5th Open Call for Research Proposal 2026 dan Program Sinova (Sinergi Inovasi Bersama Pemerintah Daerah). (Dok. BPJS Kesehatan)
Intinya Sih
5W1H
  • BPJS Kesehatan meluncurkan The 5th Open Call for Research Proposal 2026 dan Program Sinova untuk memperkuat riset serta inovasi dalam mendukung peningkatan kualitas layanan dan kebijakan Program JKN.
  • Program Sinova menjadi wadah kolaborasi antara BPJS Kesehatan, akademisi, peneliti, dan pemerintah daerah guna menciptakan inovasi pelayanan serta tata kelola yang sesuai karakteristik tiap wilayah.
  • Peluncuran dua program ini menegaskan komitmen BPJS Kesehatan membangun budaya transformasi berkelanjutan berbasis data dan kolaborasi agar Program JKN tetap adaptif, relevan, serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Untuk mendorong peningkatan kualitas layanan dan memastikan kebijakan Program JKN semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, BPJS Kesehatan meluncurkan The 5th Open Call for Research Proposal 2026 dan Program Sinova (Sinergi Inovasi Bersama Pemerintah Daerah). 

Kedua upaya tersebut menjadi wadah kolaborasi antara BPJS Kesehatan, akademisi, peneliti, dan pemerintah daerah untuk menghasilkan inovasi dan rekomendasi berbasis bukti yang mendukung penguatan penyelenggaraan Program JKN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan penguatan riset dan inovasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan Program JKN sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta. Menurutnya, tantangan sistem kesehatan yang semakin dinamis perlu direspons melalui kebijakan yang didukung oleh data hingga hasil penelitian.

“BPJS Kesehatan meyakini bahwa riset dan inovasi memiliki peran dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan. Berbagai tantangan yang dihadapi membutuhkan solusi yang tidak hanya adaptif, tetapi juga diperkuat dengan adanya data. Karena itu, kami terus membuka ruang kolaborasi dengan akademisi, peneliti, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Pujo.

1. Meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat

Kantor layanan BPJS Kesehatan Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Kantor layanan BPJS Kesehatan Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Melalui The 5th Open Call for Research Proposal 2026 yang digelar pada tanggal 26 Juni hingga 17 Juli 2026, BPJS Kesehatan mengajak perguruan tinggi, lembaga penelitian, akademisi, dan peneliti dari berbagai daerah untuk berkontribusi menghasilkan kajian ilmiah yang dapat mendukung pengembangan Program JKN. 

Topik kajian yang dikompetisikan meliputi area penguatan promotif preventif, peningkatan keaktifan peserta, deteksi dan penanggulangan fraud, serta penguatan tata kelola Program JKN.

Pujo menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, berbagai hasil penelitian yang lahir dari kolaborasi BPJS Kesehatan dengan dunia akademik telah memberikan perspektif baru dalam memahami kebutuhan peserta, tantangan pelayanan kesehatan, hingga efektivitas implementasi kebijakan di lapangan.

“Kami ingin mendorong lahirnya berbagai penelitian yang relevan dengan kebutuhan penyelenggaraan Program JKN saat ini. Hasil riset tersebut tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang aplikatif untuk meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat,” kata Pujo.

2. Wadah kolaborasi

ilustrasi kolaborasi ide (Pexels.com/Tirachard Kumtanom)
ilustrasi kolaborasi ide (Pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Selain memperkuat pengembangan penelitian, BPJS Kesehatan juga meluncurkan Program Sinova atau Sinergi Inovasi Bersama Pemerintah Daerah. Program tersebut menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan dan tata kelola yang dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.

Sebagai organisasi yang terus bertransformasi, BPJS Kesehatan meyakini bahwa kolaborasi lintas unit, lintas fungsi, dan lintas stakeholder merupakan kunci untuk menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan yang kita hadapi. Perubahan melalui inovasi membutuhkan ruang kolaborasi, keterbukaan, keberanian untuk berbagi gagasan, serta kemitraan yang saling menguatkan.

“Kami meyakini bahwa pemerintah daerah memahami karakteristik dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya masing-masing. Ketika pengalaman tersebut dipadukan dengan kompetensi, data, dan pengalaman operasional BPJS Kesehatan, akan lahir berbagai inovasi yang lebih tepat sasaran, lebih implementatif, serta mampu memperkuat keberlanjutan Program JKN,” tutur Pujo.

3. Bentuk komitmen BPJS Kesehatan

WhatsApp Image 2026-06-26 at 15.26.24.jpeg
Untuk mendorong peningkatan kualitas layanan dan memastikan kebijakan Program JKN semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, BPJS Kesehatan meluncurkan The 5th Open Call for Research Proposal 2026 dan Program Sinova (Sinergi Inovasi Bersama Pemerintah Daerah). (Dok. BPJS Kesehatan)

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menilai penguatan riset dan inovasi merupakan langkah untuk memastikan Program JKN tetap adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, penyelenggaraan program yang berkelanjutan memerlukan dukungan kebijakan yang disusun berdasarkan data, kajian ilmiah, serta pengalaman implementasi di lapangan.

Ia mengatakan Open Call for Research Proposal dan Program Sinova merupakan bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam membangun budaya transformasi berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan bahwa inovasi tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek atau praktik baik yang berdiri sendiri, tetapi dapat direplikasi, diperluas, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Program JKN merupakan program strategis yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi jutaan masyarakat Indonesia. Kami memandang bahwa inovasi merupakan hal yang wajib bagi organisasi sebesar ini, juga merupakan kebutuhan primer untuk memastikan Program JKN tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan di masa depan,” ujar Stevanus.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari banyaknya gagasan yang dihasilkan, melainkan dari sejauh mana inovasi tersebut dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Untuk itu, kolaborasi antara BPJS Kesehatan, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lainnya perlu terus diperkuat.

Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan juga menyerahkan Buku Antologi Inovasi BPJS Kesehatan yang memuat berbagai praktik baik dan gagasan inovatif yang telah dikembangkan di lingkungan organisasi. Buku tersebut diharapkan menjadi media pembelajaran sekaligus inspirasi dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan olahraga Strong Nation yang dikomandoi oleh Master Trainer Umar Syarief dan SYNC Agnes. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat kesadaran bahwa investasi terbaik bagi organisasi bukan hanya teknologi atau sistem, melainkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (WEB)

Share Article
Topics
Editorial Team
Ezri Tri Suro
EditorEzri Tri Suro

Related Articles

See More