Dubes Pakistan Ungkap Rencana Produksi Vaksin dengan RI

- Pakistan dan Indonesia memperkuat kerja sama kesehatan dengan rencana produksi vaksin bersama antara Bio Farma dan National Institute of Health Pakistan.
- Kedua negara menyiapkan program pengiriman dokter Pakistan ke Indonesia serta pelatihan dokter Indonesia di berbagai bidang spesialis di Pakistan.
- Kerja sama juga mencakup pendidikan kedokteran bagi mahasiswa Indonesia dan pertukaran tenaga pengajar untuk memperkuat kolaborasi akademik di sektor kesehatan.
Jakarta, IDN Times - Pakistan dan Indonesia tengah memperluas kerja sama di bidang kesehatan, termasuk menjajaki produksi vaksin bersama antara Bio Farma dan National Institute of Health (NIH) Pakistan. Selain itu, kedua negara juga menyiapkan berbagai program kolaborasi di bidang pendidikan kedokteran, pelatihan dokter spesialis, hingga pertukaran tenaga medis.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri mengatakan, sektor kesehatan menjadi salah satu tindak lanjut penting setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada Desember tahun lalu. Menurutnya, kedua negara kini sedang mempercepat implementasi sejumlah kesepakatan yang telah dicapai.
“Ada begitu banyak antusiasme mengenai hubungan penting ini. Sangat penting bagi kita untuk menindaklanjuti seluruh nota kesepahaman yang telah ditandatangani,” kata Zahid dalam tanya jawab dengan media di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ia menyebut, pemerintah Pakistan dan Indonesia kini mencatat kemajuan dalam berbagai program kesehatan yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.
1. Siapkan produksi vaksin bersama

Zahid mengatakan, salah satu program yang sedang dipersiapkan ialah produksi vaksin bersama antara Bio Farma Indonesia dengan National Institute of Health Pakistan.
“Kami sedang mengerjakan lima inisiatif utama di sektor kesehatan. Yang pertama adalah produksi bersama vaksin di Pakistan antara Bio Farma Indonesia dan National Institute of Health Pakistan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kedua negara di bidang kesehatan sekaligus mempererat kerja sama industri farmasi. Meski belum merinci jadwal pelaksanaannya, Zahid memastikan kedua pemerintah terus melakukan pembahasan agar seluruh program yang telah disepakati dapat segera direalisasikan.
2. Dokter Pakistan disiapkan bertugas di Indonesia

Selain produksi vaksin, Pakistan juga menawarkan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan. Salah satunya melalui pengiriman dokter dan dokter gigi Pakistan ke Indonesia.
“Kami ingin melihat lebih banyak dokter Pakistan melayani saudara-saudara kami di Indonesia,” kata Zahid.
Ia mengatakan, program tersebut juga mencakup pelatihan dokter Indonesia di Pakistan dalam berbagai bidang spesialis, seperti onkologi, gastroenterologi, pediatri, nefrologi, hingga urologi. Menurut Zahid, Pakistan memiliki kapasitas besar dalam pendidikan kedokteran.
“Pakistan memiliki salah satu sistem pendidikan kedokteran terbaik di dunia. Kami memiliki lebih dari 106 fakultas kedokteran dan menghasilkan lebih dari 20 ribu lulusan dokter setiap tahun,” ujarnya.
3. Perluas pendidikan kedokteran dan pertukaran tenaga medis

Tak hanya dokter, Pakistan juga membuka peluang bagi lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan kedokteran maupun kedokteran gigi di negara tersebut.
“Inisiatif kedua adalah pendidikan kedokteran bagi mahasiswa Indonesia, baik untuk dokter maupun dokter gigi,” kata Zahid.
Ia menambahkan, Pakistan juga berencana mengirim tenaga pengajar di bidang kedokteran ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan kesehatan.
“Fakultas kedokteran Pakistan akan datang ke Indonesia untuk mengajar di perguruan tinggi kedokteran Indonesia,” ujarnya.
Menurut Zahid, seluruh program tersebut saat ini terus dipersiapkan oleh kedua negara. “Kami sedang mengerjakan semua inisiatif ini. Kami terus membuat kemajuan dan senang dengan perkembangan yang telah dicapai dalam setiap program tersebut,” kata dia.













![[QUIZ] Tebak Nama Presiden Negara Peserta Piala Dunia 2026 Saat Ini, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_eb303502a2c25570fd881db56061c870_42c4a4ab-ef89-471a-80da-777dc3f4c599.jpg)




