Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Sindir Kenaikan Harga BBM di AS Lewat Kartun The Simpsons
potret karakter di Kartun The Simpsons (unsplash.com/Erik Mclean)
  • Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Ghalibaf menyindir kenaikan harga BBM AS dengan mengunggah cuplikan The Simpsons dan berita Bloomberg di X.
  • Bloomberg melaporkan harga diesel di San Diego mencapai 9,99 dolar AS per galon, naik dari rata-rata sekitar 6 dolar, setelah gangguan pasokan minyak akibat penutupan Selat Hormuz.
  • Kenaikan harga BBM membebani warga AS di tengah harga kebutuhan harian meningkat; Presiden Donald Trump mengakui harga belum segera turun dan menjanjikan penurunan setelah pemilu sela.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menyindir kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) melalui salah satu kartun komedi terkenal asal AS yang berjudul “The Simpsons”. Sindiran tersebut dilontarkan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf.

Pada Senin (14/9/2026) kemarin, Ghalibaf mengunggah sebuah video berdurasi 5 detik yang berisi salah satu adegan kartun “The Simpsons” di media sosial X pribadinya. Dalam adegan tersebut, terlihat tokoh utama kartun “The Simpsons”, Homer Simpson, yang sedang mengisi BBM untuk mobilnya di pom bensin. Namun, harga dari BBM tersebut terlihat terus meningkat.

1. Ghalibaf juga mengunggah berita dari Bloomberg soal kenaikan harga BBM di San Diego AS

Dalam unggahan tadi, Ghalibaf tidak menulis pesan apa pun. Namun, ia mengunggah sebuah berita yang dirilis Bloomberg soal kenaikan harga BBM yang kini sedang terjadi di San Diego, Negara bagian California. Berita tersebut menjadi pelengkap dari video adegan kartun "The Simpsons" yang sudah ia unggah sebelumnya. 

Dalam berita itu, Bloomberg melaporkan harga BBM jenis diesel di San Diego kini sudah mencapai 9,99 dolar AS atau Rp176 ribu per galonnya. Menurut Bloomberg, ini merupakan salah satu dampak buruk yang terjadi di AS akibat perang dengan Iran. Sebab, imbas perang tersebut, Iran menutup Selat Hormuz sehingga pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global, termasuk ke AS, jadi terganggu.

2. Harga BBM di San Diego biasanya hanya 6 dolar

ilustrasi pasokan bahan bakar (pexels.com/Gustavo Fring)

Menurut American Automobile Association, harga rata-rata BBM di San Diego biasanya hanya sekitar 6 dolar atau Rp106 ribu per galonnya. Namun, harganya kini sudah menyentuh 9,99 dolar AS atau Rp176 ribu per galon. Asosiasi tersebut menjelaskan, ini merupakan kali pertama harga BBM di AS melebihi 6 dolar. 

Kenaikan harga BBM ini sebetulnya sudah banyak diprotes oleh warga AS. Sebab, pengeluaran mereka yang digunakan untuk keperluan BBM jadi melonjak drastis. Hal tersebut membuat keuangan mereka terbebani. Apalagi, kondisi ekonomi di AS kini sedang tidak baik karena harga bahan pokok sehari-hari juga ikut naik. 

3. Donald Trump mengakui kenaikan harga BBM di AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menyampaikan pidato di KTT Prioritas F11 di Forum Faena di Miami, Florida, pada 27 Maret 2026. (commons.wikimedia.org/ Executive Office of the President of the United States)

Kenaikan harga BBM di AS ini juga sudah diakui oleh Presiden Donald Trump. Bahkan, beberapa waktu lalu, Presiden AS ke-45 dan ke-47 itu mengatakan bahwa harga BBM di negaranya tidak akan turun dalam waktu dekat. Kendati demikian, ia berjanji bahwa harga BBM akan anjlok usai pemilihan umum (pemilu) sela AS yang akan dihelat pada 3 November mendatang.

“Harga BBM akan langsung turun drastis segera setelah pemilu (sela AS) berlangsung. Itu akan menurun dan kita akan membuatnya menurun,” ujar Trump kepada awak media dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube resmi Face The Nation pada Kamis (10/9/2026) pekan lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article