Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki motif tersembunyi di balik serangan yang terus berlangsung di Lebanon.
Teheran menilai aksi militer tersebut berpotensi menggagalkan gencatan senjata yang baru saja disepakati antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang secara terbuka mengaitkan tindakan Netanyahu dengan proses hukum yang sedang dihadapinya. Dia menyoroti persidangan kasus korupsi Netanyahu akan kembali digelar dalam waktu dekat.
Menurut Araghchi, keberlanjutan konflik justru dapat menjadi alat bagi Netanyahu untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan domestiknya. Dia bahkan menyebut, perdamaian justru dapat mempercepat proses hukum terhadap pemimpin Israel tersebut.
“Gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya,” tulis Araghchi melalui media sosial pada Jumat (10/4/2026), yang dikutip dari AFP.
