Trump Tahan Pasukan AS Dekat Iran hingga Perjanjian Dipatuhi

- Donald Trump menegaskan pasukan AS tetap siaga di sekitar Iran hingga Teheran sepenuhnya mematuhi perjanjian, dengan ancaman serangan besar jika kesepakatan dilanggar.
- Iran menolak proposal 15 poin dari Washington dan mengajukan rencana tandingan 10 poin, sementara pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Islamabad melalui mediasi Pakistan.
- Warga Teheran meragukan efektivitas gencatan senjata dua minggu, menyebutnya sekadar pertunjukan politik di tengah berlanjutnya kekerasan dan operasi militer Israel di Lebanon.
Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan seluruh kekuatan militernya akan tetap berada di wilayah sekitar Iran hingga kesepakatan benar-benar dijalankan oleh Teheran.
“Semua kapal AS, pesawat, dan personel militer … akan tetap berada di tempat di dalam, dan di sekitar, Iran, sampai saat perjanjian SEBENARNYA yang dicapai sepenuhnya dipatuhi,” tulis Trump di Truth Social pada Rabu (8/4/2026), dikutip CNBC.
Ia juga menegaskan konsekuensi bila kesepakatan tak dijalankan. Trump memperingatkan bahwa serangan akan dimulai dengan skala yang lebih besar, lebih kuat, dan belum pernah disaksikan sebelumnya.
1. AS tuntut Iran hentikan program nuklir

Trump kembali menyoroti tuntutan Washington agar Iran sepenuhnya meninggalkan ambisi pengembangan senjata nuklir serta menjaga Selat Hormuz tetap aman bagi aktivitas perdagangan global.
“Memuat dan Beristirahat, benar-benar menantikan Penaklukan berikutnya” dan menutup dengan kata “AMERIKA KEMBALI!” tulis Trump.
Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu tercapai melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan ini menghentikan konflik bersenjata yang berlangsung selama enam minggu sekaligus meredakan kekhawatiran pasar global terkait potensi gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz.
2. Iran batasi akses Selat Hormuz

Iran menyatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap dapat dilalui secara aman, namun setiap pergerakan harus melalui koordinasi dengan angkatan bersenjatanya.
Di sisi lain, perbedaan posisi antara kedua negara masih tajam dalam sejumlah isu utama. Teheran menolak proposal 15 poin dari Washington dan mengajukan rencana tandingan berisi 10 poin yang mencakup penghentian serangan Israel ke Hizbullah di Lebanon serta pencabutan seluruh sanksi AS, sementara Washington menolak syarat tersebut dan Trump menyebut laporan rencana itu sepenuhnya palsu.
Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Pakistan Reza Amiri Moghadam sempat menulis di X bahwa delegasi Iran akan datang ke Islamabad untuk pembahasan serius berbasis 10 poin usulan mereka, namun unggahan itu kemudian dihapus.
Otoritas Pakistan menetapkan dua hari libur lokal di ibu kota tanpa menjelaskan alasannya. Pembicaraan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung di Islamabad dalam waktu dekat.
3. Warga Teheran ragukan gencatan senjata

Sejumlah warga Teheran menyuarakan keraguan terhadap efektivitas gencatan senjata yang sedang berlangsung. Seorang perempuan menyampaikan bahwa satu hari tanpa pembunuhan dan pertumpahan darah sudah dianggap sangat baik dan bisa membawa kebahagiaan. Ia juga bersumpah demi Tuhan bahwa menyaksikan semua kekerasan tersebut membuatnya begitu kesal hingga tak bisa tinggal di rumahnya sendiri, seperti disampaikan kepada Al Jazeera.
Seorang pria lain menilai kesepakatan tersebut tak berarti karena para pemimpin yang gugur belum dimakamkan dan pelanggaran aturan perang masih terjadi. Penduduk lain menyebut gencatan senjata itu hanya sebagai pertunjukan politik yang dimainkan Trump dan menyatakan ketidakpercayaan terhadap kesepakatan tersebut.
Israel mendukung penghentian sementara serangan langsung AS ke Iran, tetapi tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon. Serangan yang dilancarkan menjadi salah satu yang paling mematikan sejak konflik dimulai pada Februari dengan sedikitnya 182 korban jiwa dalam satu hari.
Iran memperingatkan bahwa melanjutkan proses negosiasi dalam situasi seperti ini mungkin tidak masuk akal.

















