Jakarta, IDN Times - Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026), hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama 2 pekan. Sedikitnya 254 orang dilaporkan tewas dan 1.165 lainnya terluka.
Serangan udara tersebut menargetkan menargetkan wilayah Beirut, Lembah Bekaa, Gunung Lebanon, Sidon dan sejumlah desa di Lebanon selatan. Militer Israel mengatakan serangan tersebut merupakan serangan terkoordinasi terbesar terhadap Lebanon sejak mereka memulai operasi militer baru di negara itu pada 2 Maret 2026, dengan menargetkan lebih dari 100 pusat komando dan situs militer Hizbullah.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya mengatakan bahwa gencatan senjata AS-Iran tidak mencakup Lebanon. Hal ini bertentangan dengan pernyataan mediator Pakistan, yang menyebut gencatan senjata itu juga mencakup Lebanon. Presiden AS, Donald Trump, kemudian buka suara, dengan mengatakan bahwa Lebanon merupakan kasus terpisah dan bukan bagian dari kesepakatan yang ada.
