Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Disebut Sengaja Bakar Hutan dan Lahan Pertanian Lebanon
Bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)
  • Pemerintah dan warga Lebanon menuduh militer Israel sengaja memicu kebakaran di perbatasan selatan, menghancurkan hutan serta lahan pertanian saat gelombang panas ekstrem.
  • CNRS Lebanon mencatat 160 kilometer persegi lahan hangus sejak akhir 2023; sekitar separuhnya pertanian. Amunisi fosfor, drone, artileri, dan pencabutan pohon zaitun diduga memperparah kerusakan.
  • Militer Israel menyatakan telah meminimalkan dampak operasi, tetapi warga Kfarshuba dilaporkan memadamkan api sendiri setelah akses armada pemadam diblokir hingga vegetasi hangus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah dan warga Lebanon menuduh militer Israel secara sistematis memicu kebakaran hutan di wilayah perbatasan selatan pada Rabu (26/8/2026). Kobaran api meluas dengan cepat di tengah gelombang panas ekstrem yang sedang melanda kawasan tersebut.

Peristiwa ini menghancurkan area hijau serta lahan pertanian produktif yang menjadi tumpuan ekonomi warga. Pemerintah setempat mengutuk tindakan pembakaran ini karena memperparah kerusakan kelestarian lingkungan hidup.

1. Warga saksikan langsung kehancuran lahan pertanian produktif

Sejumlah penduduk desa Shaqra menyaksikan ladang dan perkebunan mereka hangus terbakar dari jarak lima kilometer. Wilayah Hula yang berada di bawah kendali militer Israel mengalami pembakaran hebat hingga menyisakan hamparan tanah hitam. Warga lokal mengaku tidak bisa berbuat banyak saat melihat aset pertanian milik mereka dilalap api.

Bahkan, lahan yang tidak terbakar turut dihancurkan oleh pihak militer menggunakan alat berat. Kerusakan pada tanaman perkebunan dan pohon zaitun ini memerlukan waktu pemulihan yang sangat lama, sehingga kerugian ekologis terasa jauh lebih berat bagi masyarakat setempat.

"Rumah yang hancur mungkin bisa dibangun kembali dalam setahun, tetapi pepohonan tidak akan tumbuh secepat itu," kata salah seorang warga, Haidar Qoteish, dilansir Al Monitor.

2. Lembaga penelitian catat perusakan ekosistem oleh militer

Dewan Nasional untuk Penelitian Ilmiah Lebanon (CNRS) mencatat bahwa aktivitas militer telah menghanguskan 160 kilometer persegi lahan sejak akhir 2023. Sekitar separuh dari total area yang terbakar merupakan lahan pertanian warga di wilayah selatan.

Penggunaan amunisi fosfor, pesawat nirawak, dan artileri diduga kuat menjadi pemicu utama kebakaran. Selain itu, pasukan militer dilaporkan mencabut paksa lebih dari 600 pohon zaitun bersejarah. Dampak kerusakan ini mengancam keberlangsungan cagar alam serta keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

"Militer Israel secara sistematis membakar lahan untuk menciptakan zona penyangga yang kosong dari permukiman, manusia, dan lingkungan alam," kata Direktur CNRS, Chadi Abdallah.

3. Militer Israel klaim telah minimalkan dampak kerusakan

Merespons berbagai tuduhan tersebut, militer Israel mengklaim selalu berupaya melakukan tindakan pencegahan saat operasi tempur demi mengurangi dampak negatif. Namun pada kenyataannya, kobaran api terus merambat luas ke kawasan permukiman dan hutan di sekitarnya.

Sejumlah warga di wilayah Kfarshuba bahkan harus memadamkan api secara mandiri karena akses armada pemadam diblokir oleh aparat. Izin melintas bagi mobil pemadam kebakaran baru diberikan setelah seluruh area vegetasi hangus tak tersisa.

"Kami menyadari potensi dampak lingkungan dari operasi ini dan terus mengambil langkah pencegahan untuk meminimalkan bahaya bagi warga sipil," ujar juru bicara Angkatan Darat Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article