Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Gempur Pangkalan Udara Idlib di Suriah 8 Kali Serangan
ilustrasi bendera Suriah (pexels.com/Ahmed akacha)
  • Jet tempur Israel melancarkan delapan serangan ke Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Idlib pada 18 Agustus 2026, menargetkan landasan pacu utama dan merusak infrastruktur signifikan.
  • Serangan pertama sejak pemerintahan Bashar al-Assad tumbang pada Desember 2024 ini tidak menimbulkan korban. Pangkalan yang lama rusak tersebut sedang dipulihkan untuk memperkuat kapasitas udara Suriah.
  • Di tengah peningkatan serangan Israel di Suriah, Presiden Ahmad al-Sharaa menyatakan kesiapan menjajaki kesepakatan keamanan, sementara Damaskus dan Ankara membentuk zona bebas di Idlib.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jet tempur militer Israel melancarkan delapan kali serangan udara ke Pangkalan Udara Militer Abu al-Duhur di kawasan pedesaan timur Idlib, barat laut Suriah, pada Selasa (18/8/2026) dini hari. Gempuran mendadak ini secara khusus mengincar fasilitas landasan pacu utama hingga mengakibatkan kerusakan infrastruktur pangkalan yang signifikan.

Insiden ini menjadi serangan udara pertama yang menyasar Pangkalan Udara Abu al-Duhur sejak tumbangnya pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024 lalu. Kendati merusak bagian fisik lapangan terbang, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

1. Incar landasan pacu utama

ilustrasi pangkalan udara militer (pexels.com/Go Journal)

Dilansir Al Jazeera, televisi pemerintah Suriah mengutip pernyataan sumber militer yang mengonfirmasi keterlibatan militer Israel di balik aksi pengeboman tersebut. Sumber itu menuturkan, “Pesawat pendudukan Israel pagi ini menargetkan landasan pacu bandara militer Abu Duhur dengan delapan serangan”.

Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi. Namun, analisis menunjukkan bahwa pola serangan ini selaras dengan rentetan operasi militer Israel sebelumnya untuk mengikis potensi kekuatan udara Suriah.

2. Sejarah pangkalan dan upaya rekonstruksi

Pangkalan Udara Abu al-Duhur dikuasai Front al-Nosra, 11 September 2015. (Halab Today TV, CC BY 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=81035820)

Pangkalan Udara Abu al-Duhur memiliki rekam jejak panjang sepanjang 14 tahun perang saudara di Suriah. Pangkalan militer ini sempat dikuasai oleh kelompok oposisi pada tahun 2015. Pasukan yang setia kepada mantan Presiden Bashar al-Assad kemudian berhasil merebutnya kembali pada 2019, meski pangkalan tidak dapat beroperasi penuh akibat kerusakan parah.

Dilansir Al Jazeera, dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir mulai digalakkan upaya pemulihan kapasitas militer udara Suriah. Pembentukan kembali kekuatan udara ini menjadi langkah penting bagi kepemimpinan anyar Presiden Ahmad al-Sharaa untuk menjaga kedaulatan wilayah.

Namun, proses rekonstruksi fasilitas militer tersebut memicu kewaspadaan tinggi dari pihak Tel Aviv. Israel secara sistematis dinilai terus meredam kebangkitan militer Suriah. Operasi di Idlib ini sekaligus menandai perluasan jangkauan jet tempur Israel ke wilayah utara Suriah.

3. Dinamika geopolitik regional

Israel Defense Forces (Pasukan Pertahanan Israel) (Israel Defense Forces, CC BY 2.0, via WIkimedia Commons)

Sejak jatuhnya rezim Assad pada akhir 2024, militer Israel terus meningkatkan frekuensi serangannya di berbagai wilayah Suriah. Pasukan darat Israel bahkan menduduki zona demiliterisasi di Suriah selatan, termasuk kawasan strategis Gunung Hermon yang menghadap langsung ke kota Damaskus.

Di tengah tekanan militer yang berlanjut, Suriah mengupayakan langkah diplomasi untuk mengimbangi ketegangan kawasan. Dilansir The National, Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa menyatakan kesiapan Damaskus untuk menjajaki kesepakatan keamanan. Ia menegaskan, “Kesepakatan keamanan dapat membuka jalan bagi perdamaian komprehensif antara kedua negara tanpa mengorbankan hak Suriah atas Dataran Tinggi Golan”.

Langkah diplomasi tersebut dinilai krusial mengingat kompleksitas geopolitik di Suriah utara yang juga melibatkan pengaruh Turki. Ankara dan Damaskus sendiri telah menandatangani kerja sama pembentukan zona bebas di Provinsi Idlib untuk mendorong stabilitas ekonomi lokal, di tengah potensi ancaman eskalasi dari serangan udara luar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article