Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Kembali Serang Suriah Pakai Drone meski Dikecam AS
tentara Suriah menjaga pos keamanan (U.S. Army photo by Staff Sgt. Fred Brown, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Drone Israel menyerang kendaraan pengiriman barang dekat Beit Jinn, Suriah barat daya, melukai pengemudi yang kini stabil. Israel mengklaim menargetkan teroris, sementara Suriah mengecam pelanggaran kedaulatan.
  • Sebelumnya, delapan serangan jet Israel merusak landasan pangkalan Abu al-Duhur di Idlib. Netanyahu menuding Suriah akan menampung pasukan Turki, namun Damaskus membantahnya.
  • Utusan AS Tom Barrack menilai serangan Israel di Idlib sebagai eskalasi tak perlu tanpa pemberitahuan awal. Israel membantah, sementara ketegangan dengan Turki meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Militer Israel kembali melancarkan serangan udara menggunakan pesawat nirawak (drone) ke wilayah Suriah barat daya pada Sabtu (22/8/2026). Serangan tersebut menghantam sebuah kendaraan pengiriman barang di dekat kota Beit Jinn dan melukai seorang pengemudi.

Insiden ini memperpanjang rentetan operasi militer Israel di wilayah Suriah dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, jet tempur Israel juga menyerang sebuah pangkalan udara militer di Idlib.

1. Drone Israel hantam kendaraan sipil di Beit Jinn

drone Heron Israel (SSGT REYNALDO RAMON, USAF, Public domain, via Wikimedia Commons)

Serangan drone Israel menyasar sebuah truk pengiriman barang di jalan utama kawasan Beit Jinn, sekitar 55 kilometer dari Damaskus. Warga setempat langsung membawa korban yang terluka ke rumah sakit terdekat setelah mendengar suara ledakan keras.

Pihak medis mengonfirmasi korban berada dalam kondisi stabil setelah mengalami luka pada tangan kanannya. Warga lokal juga melaporkan telah melihat drone pengintai milik militer Israel melintas di atas kawasan tersebut selama empat hari.

Militer Israel mengonfirmasi telah melancarkan serangan ke wilayah Suriah selatan. Mereka berdalih serangan tersebut menargetkan seorang teroris yang sedang bersiap melancarkan aksi teror untuk membahayakan pasukan Israel. Sementara itu, pemerintah Suriah mengutuk serangan terhadap kendaraan pengangkut barang tersebut.

"Serangan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Republik Arab Suriah dan keutuhan wilayahnya, serta pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," kata Kementerian Luar Negeri Suriah, dilansir Al Jazeera.

2. Israel juga gempur pangkalan udara Abu al-Duhur

jet F-35I milik Israel (commons.wikimedia.org/U.S Air Force)

Sebelum serangan di Beit Jinn, delapan serangan udara Israel menghantam pangkalan udara militer Abu al-Duhur di Provinsi Idlib pada Selasa. Serangan jet tempur tersebut dilaporkan telah merusak infrastruktur landasan pacu pangkalan.

Pangkalan udara Abu al-Duhur diketahui sudah tidak beroperasi sebagai lapangan terbang militer sejak 2013. Pasukan oposisi Suriah kemudian mengambil alih kendali pangkalan tersebut saat rezim Bashar al-Assad tumbang pada Desember 2024.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuding pemerintah Suriah hendak mengizinkan tentara Turki menempati pangkalan udara tersebut. Tel Aviv menilai kehadiran pasukan Turki akan mengancam keamanan mereka.

Pemerintah Suriah membantah tuduhan mengenai rencana pembangunan pangkalan militer asing di fasilitas tersebut. Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani menegaskan kunjungan perwira Turki ke lokasi hanya bagian dari kerja sama pelatihan dan pertukaran keahlian militer.

3. Utusan AS kritik serangan Israel ke Suriah

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Serangan Israel ke pangkalan militer di Idlib menuai kritik dari pejabat Amerika Serikat (AS) yang menilai aksi itu sebagai eskalasi yang tidak perlu. Utusan Khusus AS untuk Suriah sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, menyatakan Israel tidak memberikan pemberitahuan awal kepada Washington sebelum melancarkan serangan.

"Salah satu dugaannya adalah mereka hanya ingin memancing Turki, dan ini strategi pemilu yang sangat agresif tetapi mungkin diterima dengan baik," tutur Tom Barrack.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengecam pernyataan Barrack dan menyebutnya sangat tidak akurat. Katz menegaskan pihaknya telah membagikan informasi intelijen kepada AS sebelum serangan udara dilakukan.

Hubungan antara Israel dan Turki kini semakin tegang setelah kedua negara saling melontarkan kecaman keras. Ankara mengecam tindakan militer Israel sebagai langkah ceroboh dan mengumumkan rencana untuk mengajukan red notice Interpol terhadap Netanyahu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article