Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Malaysia Protes soal Asap Karhutla, Istana Ngaku Sudah Komunikasi

Malaysia Protes soal Asap Karhutla, Istana Ngaku Sudah Komunikasi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Istana menyatakan telah berkomunikasi dengan negara tetangga terkait protes asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
  • Malaysia akan mengirim surat kepada Indonesia dan Sekretariat ASEAN untuk mendorong koordinasi penanganan polusi udara lintas batas.
  • Indeks polusi udara di markas kepolisian distrik Serian mencapai 242 dan masuk kategori sangat tidak sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu diutamakan untuk menangani kabut asap?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengaku sudah berkomunikasi dengan negara tetangga terkait dengan adanya protes asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, Menteri Luar Negeri, Sugiono sudah berkomunikasi.

"Kalau secara informal ada, secara formal juga melalui Pak Menlu tentu ada komunikasi. Makanya kita berusaha secepatnya menangani karhutla," ujar Prasetyo di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

  1. 1. Malaysia sampaikan protes

    Malaysia Protes soal Asap Karhutla, Istana Ngaku Sudah Komunikasi
    Asap tebal akibat karhutla masih menyelimuti Kalbar. (IDN Times/Teri).

    Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, mengatakan Malaysia serius menangani kondisi tersebut. Hal itu dilakukan melalui Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, yang akan mengirim surat kepada mitranya di Indonesia dan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Sekretariat ASEAN.

    “Mekanisme ASEAN lebih efektif dalam memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengkoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia untuk mengatasi penyebab kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap polusi udara lintas batas. Surat tersebut akan diserahkan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam satu atau dua hari ke depan, agar tindakan tindak lanjut dan koordinasi di tingkat regional dapat segera dilakukan,” kata Mohamad Hasan usai Pertemuan ke-27 tentang Pelaksanaan Pertukaran Surat (EOL-27) di Bandar Seri Begawan, dikutip dari The Vibes, Sabtu (22/8/2026).

  2. 2. Malaysia ingin perkuat kerja sama tangani karhutla

    Tim Manggala Agni Daops Sumatra XV/Muba saat mencari sumber air untuk pemadaman karhutla di Muara Medak.
    Tim Manggala Agni Daops Sumatra XV/Muba saat mencari sumber air untuk pemadaman karhutla di Muara Medak. (Dok. Manggala Agni)

    Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kerja sama Malaysia dan Indonesia dalam menangani kebakaran hutan, serta kabut asap yang menyebar ke wilayah negara lain.

    Wilayah yang berada dekat perbatasan Malaysia-Indonesia, Serian, membuat kekhawatiran Malaysia meningkat setelah kualitas udara di wilayah itu memburuk pada Jumat, 21 Agustus 2026 pagi.

  3. 3. Kondisi udara sangat tidak sehat

    Malaysia Protes soal Asap Karhutla, Istana Ngaku Sudah Komunikasi
    Karhutla di kawasan TN Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (21/8/2026). (Dok. Balai TNWK).

    Data Air Pollutant Index Management System (APIMS) menunjukkan indeks polusi udara (API) di markas kepolisian distrik Serian mencapai 242 pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 06.00 waktu setempat. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

    Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Malaysia pun mendorong penguatan kerja sama dengan Indonesia dalam upaya mencegah kebakaran hutan sekaligus menekan dampak kabut asap.

    Malaysia juga memilih mengangkat persoalan ini melalui mekanisme ASEAN sehingga upaya penanganan kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab kedua negara, tetapi dilakukan melalui kerja sama yang melibatkan negara-negara anggota ASEAN.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More