PM Israel Benjamin Netanyahu (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Pejabat Israel menyambut keberhasilan operasi militer di benteng peninggalan Perang Salib tersebut. Mereka menilai penguasaan bukit tinggi ini sangat penting untuk menjamin keamanan warga di perbatasan utara.
"Penaklukan Beaufort merupakan sebuah langkah dramatis. Pasukan Israel akan memperdalam dan memperluas kontrol wilayah di Lebanon," ujar PM Benjamin Netanyahu, dilansir The New York Times.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa pasukannya akan mempertahankan posisi di kastel tersebut.
"Prajurit heroik kami telah merebut kembali Beaufort dan akan tetap berada di sana sebagai bagian dari zona keamanan di Lebanon. Bendera Israel kini berkibar kembali di puncak yang menghadap ke komunitas Galilea," kata Katz, dilansir Al Jazeera.
Di sisi lain, pengamat militer Lebanon, Bassam Yassin, meragukan signifikansi pendudukan Beaufort. Keberadaan tentara Israel di atas bukit batu itu dinilai akan sangat rapuh karena lini pasokan logistik mereka rentan diserang.