Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina, pria yang dimbak IDF tadi bernama Imad Haroun Ashtiyeh. Ashtiyeh bekerja sebagai kuli bangunan di Desa Salem, desa kecil yang ada di dekat Kota Nablus, Palestina.
Israel Tembak Mati Pria Palestina yang Coba Masuk Yerusalem

- Pasukan Israel menembak mati Imad Haroun Ashtiyeh, pekerja asal Desa Salem, saat ia mencoba memanjat tembok pembatas untuk masuk ke Yerusalem pada Minggu, 31 Mei 2026.
- Banyak warga Palestina berusaha masuk ke Yerusalem karena kondisi Tepi Barat yang memburuk, namun sering ditembak oleh IDF saat mencoba melewati tembok pembatas yang dibangun sejak 2002.
- Meski ada kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas, Israel masih melancarkan serangan di Gaza hingga akhir Mei 2026 yang menewaskan lebih dari seribu warga Palestina.
1. Ashtiyeh ditembak saat mencoba masuk Yerusalem lewat tembok pembatas

Ashtiyeh ditembak IDF saat mencoba masuk ke Yerusalem dengan cara memanjat tembok pembatas yang memisahkan kota itu dengan wilayah Tepi Barat, Palestina. Ia memanjat tembok tersebut bersama beberapa temannya.
"Namun, kemudian, dia ditembak saat mencoba memanjat," kata salah satu kerabat Ashtiyeh bernama Omer kepada AFP, seperti dikutip The New Arab.
Saat ini, jenazah Ashtiyeh sudah dibawa ke rumah sakit di Ramallah. Menurut seorang jurnalis AFP yang meliput di sana, tubuh Ashtiyeh diselimuti bendera Palestina. Kerabat terdekat Ashtiyeh mengelilingi tubuhnya seraya menangisi kepergiannya.
2. Banyak warga Palestina yang tewas saat coba masuk Yerusalem

Warga Palestina memang banyak yang ingin masuk ke Yerusalem karena serangan Israel di Tepi Barat. Sebab, mereka menganggap wilayah itu sudah tidak layak huni sehingga mencoba pindah ke Yerusalem.
Sayangnya, IDF kerap menembak mati warga Palestina yang mencoba masuk Yerusalem dengan cara ilegal. Sebab, mereka umumnya mencoba masuk dengan cara memanjat tembok pembatas antara Yerusalem dan Tepi Barat.
Israel membangun tembok pembatas antara Yerusalem dan Tepi Barat pada 2002. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keamanan Yerusalem agar tidak terdampak perang antara Israel dan Palestina.
3. Israel masih menyerang Palestina hingga saat ini

Hingga saat ini, Israel masih menyerang Palestina, terutama di Gaza. Padahal, Israel sudah menyepakati gencatan senjata dengan Hamas pada Oktober 2025 lalu. Gencatan senjata fase kedua juga sudah mulai berlaku pada Januari lalu.
Terbaru, Israel menyerang Gaza pada Sabtu (30/5/2026) lalu. Dilansir Al Jazeera, serangan itu menewaskan dua orang, termasuk seorang dokter yang sedang bertugas.
Menurut Kemenkes Palestina, sejauh ini, serangan Israel sudah menewaskan sekitar 1.075 orang. Jumlah ini bisa bertambah jika Israel masih terus menyerang.


















