Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prancis Larang Senjata Ofensif Israel Tampil di Pameran Pertahanan

Prancis Larang Senjata Ofensif Israel Tampil di Pameran Pertahanan
bendera Prancis (pexels.com/Atypeek Dgn)
Intinya Sih
  • Pemerintah Prancis melarang Israel memamerkan senjata ofensif di Eurosatory 2026, hanya mengizinkan sistem pertahanan udara dan antibalistik tampil dalam pameran tersebut.
  • Kementerian Pertahanan Israel mengecam larangan itu sebagai keputusan bermuatan politik dan komersial, sementara 29 perusahaan Israel harus meninjau ulang partisipasi mereka.
  • Ketegangan diplomatik antara Prancis dan Israel meningkat sejak konflik Timur Tengah, diperburuk oleh kritik Paris terhadap operasi militer Israel serta pengakuan Prancis atas negara Palestina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Prancis telah melarang Israel memamerkan senjata ofensif, seperti roket, amunisi yang dikendalikan dari jarak jauh atau rudal, dalam pameran pertahanan dan keamanan internasional Eurosatory 2026.

“Hanya peserta pameran asal Israel yang menampilkan sistem pertahanan antibalistik dan pertahanan udara yang diizinkan. Ini adalah keputusan pemerintah Prancis, melalui Dewan Pertahanan,” kata Charles Beaudouin, presiden COGES Events, penyelenggara Eurosatory, pada Senin (1/6/2026).

Beaudouin menegaskan tidak ada ruang untuk ambiguitas. Ia menyebut, jika ada peserta pameran yang merupakan produsen roket, maka mereka juga tidak akan diizinkan untuk memamerkan senjata tersebut.

1. Israel kecam larangan tersebut

bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)
bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)

Kementerian Pertahanan Israel sebelumnya mengecam langkah tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa Israel tidak akan dapat berpartisipasi dalam pameran maupun mendirikan paviliun nasional.

“Ini adalah keputusan yang memalukan, yang sarat dengan kepentingan politik dan komersial, dan sayangnya tidak mengejutkan. Langkah ini mencerminkan pola yang sangat mengkhawatirkan dalam sikap Prancis dalam beberapa tahun terakhir,” tambah kementerian itu, dikutip dari The France24.

2. 29 perusahaan Israel ambil bagian dalam pameran tersebut

tank yang dipamerkan dalam sebuah pameran senjata
tank yang dipamerkan dalam sebuah pameran senjata (AMB Brescia, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Dengan adanya pembatasan tersebut, sedikitnya 29 perusahaan Israel yang telah menyewa stan di Eurosatory harus meninjau kembali rencana mereka. Eurosatory sendiri merupakan salah satu pameran senjata terbesar di dunia.

Dilansir dari Le Monde, acara ini dijadwalkan digelar di pusat pameran Paris Nord Villepinte pada 15-19 Juni 2026. Lebih dari 2.600 peserta dijadwalkan ambil bagian dalam pameran tersebut.

3. Hubungan Israel dan Prancis renggang imbas konflik di Timur Tengah

Presiden Prancis Emmanuel Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Jacques Paquier, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Hubungan Israel dan Prancis telah memburuk sejak akhir 2023. Paris mengkritik tindakan Israel dalam perang di Gaza dan Lebanon serta keputusan Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

Pemerintahan sayap kanan Israel, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sebelumnya juga memprotes keputusan Presiden Prancis, Emmanuel Macron tahun lalu yang mengakui negara Palestina.

Pada Minggu (31/5/2026), Prancis meminta diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah militer Israel merebut kastel Beaufort peninggalan era Perang Salib di Lebanon dan mengibarkan benderanya di lokasi strategis tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More