Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Ledakkan Rumah Warga dan Tembakkan Artileri di Lebanon
Israel Defense Forces (Israel Defense Forces, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Militer Israel meningkatkan serangan di Lebanon selatan pada 30 Oktober 2026, meledakkan rumah warga serta menembakkan artileri dan senapan mesin di sejumlah distrik perbatasan.
  • Dua rudal pencegat meledak di atas Taybeh dan Deir Siryan dengan asal belum diketahui; seorang pemuda dari Rub Thalathin juga dilaporkan hilang kontak.
  • Pertemuan Beirut-Tel Aviv di AS berakhir tanpa kesepakatan, sementara operasi Israel sejak 2 Maret dilaporkan menewaskan 4.386 orang dan mengungsikan lebih dari satu juta warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Israel meningkatkan serangan di kawasan selatan Lebanon pada Jumat (30/10/2026) dengan meledakkan sejumlah rumah warga serta melancarkan tembakan artileri dan senapan mesin. Gempuran tersebut menyasar permukiman di Distrik Bint Jbeil, Marjayoun, Nabatieh, Tyre, dan beberapa lembah di sekitar perbatasan.

Rentetan serangan ini terjadi setelah tembakan artileri Israel dilaporkan menghantam total 16 wilayah di Lebanon selatan sepanjang Kamis (29/10/2026), yang berlanjut hingga malam hari. Peristiwa ini juga berlangsung usai pertemuan teknis militer antara pihak Beirut dan Tel Aviv di Amerika Serikat berakhir tanpa kesepakatan bersama.

1. Penghancuran rumah dan gempuran artileri di permukiman

ilustrasi operasi militer (pexels.com/Pixabay)

Militer Israel meledakkan rumah-rumah warga di Kota Tiri, Distrik Bint Jbeil, pada Jumat siang. Di lokasi lain, kendaraan militer mereka terlihat beroperasi di Zawtar Sharqieh, sementara tembakan senjata otomatis dan artileri dilaporkan terjadi di Qantara serta Wadi Slouqi. Berdasarkan laporan Anadolu Agency, pasukan tersebut juga membakar bangunan rumah di Qantara dan melepaskan tembakan senapan mesin intensif di Kota Khiam.

Gempuran artileri Israel turut menghantam Wadi al-Hojeir ke arah Kota Touline dengan menggunakan peluru kaliber 155 milimeter. Serangan artileri juga menyasar kawasan sekitar Kfar Shuba, pinggiran Hadatha, Wadi Zibqine, serta wilayah antara Mayfadoun dan Zawtar al-Sharqiya. Selain itu, sebuah rumah milik warga bernama Hassan Nabaa di jalur Kfar Shuba menuju Shebaa dilaporkan hancur diledakkan beserta isinya.

2. Ledakan rudal pencegat dan hilangnya seorang pemuda

ilustrasi rudal (pexels.com/Aseem Borkar)

Berdasarkan laporan koresponden L'Orient Today, dua rudal pencegat meledak di udara di atas Desa Taybeh dan Deir Siryan, Distrik Marjayoun, pada Jumat pagi. Asal proyektil dan kondisi mengenai pencegatan tersebut belum diketahui secara pasti. Hingga laporan diterbitkan, pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ledakan di langit wilayah pendudukan tersebut.

Pada pagi yang sama, granat asap ditembakkan ke Desa Mansouri yang sebelumnya telah berulang kali dihantam tembakan artileri sepanjang malam. Di wilayah Hasbaya, sebuah kendaraan patroli UNIFIL dilaporkan tergelincir dari tepi jalan hingga terbalik saat melintas menuju Rashaya. Selain insiden itu, National News Agency melaporkan kontak terputus dengan seorang pemuda asal Rub Thalathin setelah dia meninggalkan kendaraannya di Wadi al-Hojeir dan berjalan ke Qantara.

3. Kesepakatan kerangka kerja dan dampak operasi militer

Pasukan IDF lakukan operasi darat di Lebanon (IDF Spokesperson's Unit, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Perkembangan situasi militer ini menyusul pertemuan teknis antara delegasi Beirut dan Tel Aviv di Tampa, Florida, pada 20 hingga 21 Oktober 2026. Pertemuan yang disponsori Amerika Serikat itu berakhir tanpa pengumuman terobosan maupun pernyataan bersama, di tengah perselisihan terkait penarikan pasukan Israel dan perlucutan senjata Hizbullah. Meski demikian, kedua pihak dilaporkan sepakat untuk melanjutkan pembicaraan tersebut.

Kedua pihak sebelumnya telah mencapai Kerangka Perjanjian pada 26 Juni untuk penarikan bertahap pasukan Israel sebagai imbalan atas penempatan tentara Lebanon serta perlucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata. Namun, skema wilayah percontohan baru diterapkan di tiga kota, sementara lebih dari 50 kota lainnya masih berada dalam pendudukan militer Israel. Sejak 2 Maret, operasi militer Israel di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 4.386 orang, melukai 12.407 orang, serta menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article