bendera China (unsplash.com/CARLOS DE SOUZA)
Pihak berwenang AS menyebut Xu bekerja di bawah arahan Kementerian Keamanan Negara (MSS) China. Saat melancarkan aksinya, ia berstatus sebagai karyawan di perusahaan Shanghai Powerock Network.
Perusahaan tersebut diyakini sebagai salah satu pihak swasta yang memfasilitasi operasi peretasan untuk pemerintah China. Bersama rekannya yang bernama Zhang Yu, Xu mengeksploitasi kelemahan pada sistem Microsoft Exchange Server.
Serangan ini menargetkan berbagai institusi penting, termasuk sebuah universitas di Texas dan firma hukum berskala internasional. Mereka menanamkan skrip berbahaya untuk mengontrol komputer korban dari jarak jauh.
"Hari ini, Xu Zewei akan berdiri di ruang sidang federal untuk mempertanggungjawabkan kejahatan yang menyerang jantung sains dan keamanan Amerika yang diduga mencuri penelitian COVID-19 dari universitas kami di saat dunia membutuhkannya. Kami akan terus bekerja untuk melindungi rakyat Amerika," tegas Penjabat Jaksa AS John G.E. Marck, dilansir Departemen Kehakiman AS.