Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Italia Kerahkan 500 Tentara Tambahan untuk Amankan Milan
Monumen Vittorio Emanuele II di Roma, Italia. (unsplash.com/Michele Bitetto)
  • Pemerintah Italia akan mengerahkan 500 tentara tambahan ke Milan setelah kerusuhan dua hari yang melibatkan bentrokan, penjarahan toko, dan perusakan properti.
  • Aksi protes nasional dipicu kenaikan biaya hidup, lalu memburuk di Milan; toko-toko memperketat pengamanan menjelang demonstrasi lanjutan pada 24 Oktober.
  • Meloni mempertimbangkan pengetatan keamanan, termasuk perpanjangan penahanan preventif anak di bawah umur; polisi menahan 271 anak muda dalam kerusuhan Milan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, mengatakan bahwa pemerintahnya akan mengerahkan 500 tentara tambahan untuk mengamankan Milan. Langkah tersebut diambil menyusul kerusuhan selama dua hari terakhir, di mana para demonstran terlibat bentrokan dengan polisi, menjarah toko-toko, dan melakukan perusakan properti.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, memimpin rapat dengan para menteri dan pimpinan keamanan untuk membahas situasi tersebut. Pengerahan pasukan diperkirakan menjadi bagian dari paket langkah-langkah keamanan yang akan disahkan dalam rapat kabinet yang dijadwalkan pada Selasa (20/10/2026), dikutip dari The Guardian.

Kerusuhan di Milan bermula saat para pelajar dan mahasiswa, petani, serta pengemudi truk memimpin aksi protes berskala nasional pada Sabtu lalu, yang dipicu oleh meningkatnya biaya hidup. Namun, situasi memburuk selama akhir pekan setelah ratusan pengunjuk rasa dilaporkan membakar tempat sampah dan menjarah toko-toko di pusat kota.

1. Toko-toko di Milan antisipasi aksi protes lanjutan yang memicu kerusuhan

Aksi protes anti-pemerintah yang diselenggarakan oleh gerakan Italia in Piazza, di Piazza Duomo, Milan, pada 17 Oktober 2026. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Toko-toko di pusat kota Milan tutup lebih awal dan menutup jendela mereka dengan papan, karena khawatir pecahnya kembali kekerasan. Sebagian besar toko di kawasan perbelanjaan mewah Via Monte Napoleone, yang diisi oleh berbagai merek ternama, seperti Chanel, Tiffany, dan Dior, telah mengosongkan etalase mereka sebagai langkah pencegahan.

Rekaman televisi menunjukkan bahwa toko-toko yang dijarah pada akhir pekan lalu mencakup peritel perlengkapan olahraga Decathlon dan Arc’teryx, serta operator telepon seluler Vodafone. Selain itu, merek pakaian Levi’s dan Under Armour, bersama dengan Decathlon, telah menutupi etalase toko mereka dengan kardus dan panel kayu, dilaporkan oleh The Guardian.

Pada Senin, polisi tampak berpatroli di jalanan pusat kota Milan, di tengah antisipasi akan adanya aksi protes lanjutan pada 24 Oktober. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan tindakan tegas yang lebih luas, termasuk pembatasan pertemuan publik, pelonggaran aturan penahanan bagi anak di bawah umur, serta sanksi yang lebih berat bagi orang tua mereka.

2. Meloni pertimbangkan perpanjang masa penahanan anak di bawah umur

bendera Italia (pexels.com/Maria Lucia P. Sampaio)

Sebagai bagian dari tindakan tegas, Meloni mempertimbangkan untuk memperpanjang masa penahanan preventif bagi anak di bawah umur. Dia menyebut para pelaku kekerasan sebagai preman yang memanfaatkan demonstrasi untuk menyebarkan kekacauan, menyerang pihak yang menjamin keamanan, dan menyandera seluruh kota.

Dilansir The Straits Times, kepolisian Italia mengaku telah menahan 271 anak muda selama kerusuhan di Milan pada Minggu. Dari jumlah tersebut, 23 di antaranya adalah anak di bawah umur dan 13 warga negara asing. Sementara itu, sebanyak 28 orang lainnya telah dilaporkan kepada otoritas kehakiman.

Kerusuhan yang terjadi menyusul bentrokan pada Sabtu telah meluas ke sejumlah kota lain di wilayah utara, termasuk Bologna, Brescia, Bergamo, dan Turin. Menurut laporan kepolisian pada Minggu, 28 pengunjuk rasa ditangkap dalam peristiwa tersebut.

3. Demonstrasi besar terkait biaya hidup juga terjadi di Prancis

Arc de Triomphe, Paris, Prancis. (unsplash.com/Rodrigo Kugnharski)

Meloni mengecam tindak kekerasan para pengunjuk rasa. Pemimpin Italia tersebut akan menghadapi pemilihan umum pada 2027, di mana kondisi ekonomi, keamanan, dan imigrasi kemungkinan besar akan menjadi isu-isu utama.

Peristiwa di Milan terjadi di tengah gejolak serupa di Prancis. Para pengunjuk rasa menggelar demonstrasi besar terkait biaya hidup dan layanan publik yang berujung pada kekerasan di sejumlah kota.

Dalam aksi protes pada Sabtu, sejumlah toko mengalami kerusakan, tempat usaha dijarah, dan para demonstran terlibat bentrokan dengan pihak kepolisian. Gejolak ini menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pihak berwenang, seiring dengan rasa frustrasi ekonomi yang memicu kemarahan publik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article