Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
JD Vance Tuding Abdul El-Sayed Sebarkan Kebencian Anti-Kulit Putih
J.D. Vance, Wakil Presiden AS (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore from Surprise, AZ, United States of America)
  • Wakil Presiden AS JD Vance menuduh kandidat Demokrat Abdul El-Sayed menyebarkan kebencian anti-kulit putih dan berbohong soal identitasnya, tanpa memaparkan bukti rinci.
  • Dalam kampanye Mike Rogers di Michigan, Vance mengaitkan El-Sayed dan Hasan Piker dengan protes di Prancis serta mengeklaim mereka akan mendukung perusuh di Detroit.
  • Serangan Vance muncul sepekan sebelum pemilihan Senat Michigan, ketika rerata jajak pendapat RealClearPolitics menunjukkan El-Sayed unggul 2,5 poin persentase atas Rogers.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menuding kandidat senator dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, menyebarkan kebencian rasial terhadap warga kulit putih. Ia juga menyebut El-Sayed sebagai "psikopat" sebelum bertolak menuju kampanye kandidat Partai Republik, Mike Rogers, di Howell, Michigan, pada Selasa (27/10/2026).

Vance turut mengaitkan El-Sayed dengan aksi protes di Prancis dan mengeklaim bahwa kandidat Demokrat itu akan mendukung perusuh apabila kerusuhan meluas ke Detroit. Serangan tersebut dilontarkan sekitar sepekan sebelum pemilihan Senat AS di Michigan.

1. Vance tuduh El-Sayed sebarkan kebencian rasial

Abdul El-Sayed (commons.wikimedia.org/U.S. Senate Committee, public domain)

Vance menuding El-Sayed menyebarkan kebencian rasial terhadap warga kulit putih, bahkan mengeklaim kandidat Demokrat tersebut mungkin lebih sering melakukannya dibandingkan kandidat Demokrat mana pun di AS. Akan tetapi, ia tidak memberikan perincian untuk mendukung tuduhannya.

Vance juga mempersoalkan pernyataan El-Sayed yang menyebut dirinya sebagai imigran dari Afrika Utara. Menurut Vance, El-Sayed lahir di Rochester Hills, Michigan, dan pernah menyatakan dirinya sebagai warga negara Mesir.

"Mengapa? Mengapa Anda mengatakan kepada orang-orang bahwa Anda bukan berasal dari komunitas tempat Anda sebenarnya berasal? Itu adalah klaim yang gila. (Dia adalah) seorang pria yang gemar berbohong, yang sangat malu dengan negara bagian ini sampai-sampai dia berbohong tentang menjadi imigran dari benua lain," ujar Vance, dilansir New York Post.

Sebelumnya, Vance pernah menyebut El-Sayed sebagai representasi "kejahatan yang mengerikan" yang memperjuangkan "satu kelompok dengan mengorbankan kelompok lain". El-Sayed lantas membalas bahwa merampas hak masyarakat terhadap layanan kesehatan dan bahan makanan terjangkau yang merupakan tindakan "jahat".

Vance turut menyoroti hubungan El-Sayed dengan komentator politik sayap kiri Hasan Piker. Ia mengatakan El-Sayed telah "berkampanye bersama sahabatnya Hassan Piker, seorang pria yang mengatakan bahwa kita pantas menerima 9/11".

2. Vance kaitkan El-Sayed dengan aksi protes di Prancis

Dalam kampanye di Howell, Vance menghubungkan pandangan politik El-Sayed yang disebutnya sebagai ekstremis dengan aksi protes sayap kiri di Paris, Prancis yang telah berujung pada ribuan penangkapan. Ia menggambarkan para demonstran sebagai "gerombolan perusuh bertopeng, banyak yang berasal dari negeri jauh, yang mengambil alih pusat-pusat kota bersejarah".

"Pemandangan kehancuran di Paris mungkin terjadi jauh di seberang samudra, tetapi tanyakan pada diri Anda sendiri: apakah hal seperti itu benar-benar sulit dibayangkan terjadi di sini, di Amerika Serikat? Dan saya jamin, jika para perusuh itu membakar New York atau Detroit, Hasan Piker dan El-Sayed akan berada di sana, memimpin dan menyemangati mereka," tutur Vance seperti dilansir The Guardian. 

3. El-Sayed unggul tipis atas Rogers dalam jajak pendapat 

Serangan-serangan tersebut muncul pada saat El-Sayed unggul 2,5 poin persentase atas Rogers, menurut rerata jajak pendapat terbaru dari RealClearPolitics.

Sementara itu, melalui unggahan di platform X, Vance kembali mengeklaim bahwa El-Sayed ingin menyerahkan Michigan kepada kelompok kiri radikal dan ideologi mereka yang dianggapnya tidak masuk akal. Sebaliknya, ia menyebut Rogers ingin memperjuangkan seluruh warga Michigan dan mengutamakan kepentingan AS.

"Michigan, mari kita usir Abdul dan katakan padanya bahwa kita tidak menginginkan orang-orang yang membenci negara kita di Senat AS," tulis Vance.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article