"Kementerian Luar Negeri akan mengeluarkan visa kepada Flávio Bolsonaro dan keluarganya dan akan mengizinkan mereka masuk ke Amerika Serikat," kata seorang pejabat senior Kemlu AS yang tidak disebut namanya, seperti dilansir Jerusalem Post.
AS Bakal Rilis Visa untuk Terima Bolsonaro usai Kabur dari Brasil

- AS akan menerbitkan visa dan mengizinkan Flávio Bolsonaro beserta istri dan dua putrinya masuk, setelah mereka meninggalkan Brasil menuju Amerika Serikat.
- Flávio Bolsonaro kalah dari Luiz Inácio Lula da Silva dengan suara 48,21 persen berbanding 51,79 persen, lalu terbang ke AS meski dilarang bepergian oleh Mahkamah Agung Brasil.
- Bolsonaro sebelumnya berjanji menyerahkan visa dan menuntut Lula atas dugaan kecurangan, sementara Partai Liberal telah mengakui kekalahan serta kemenangan Lula.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan merilis visa dan menerima kedatangan Flávio Bolsonaro sekeluarga di wilayahnya usai mereka memutuskan untuk meninggalkan Brasil. Kabar itu disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS pada Selasa (27/10/2026).
1. Bolsonaro membawa serta istri dan kedua putrinya ke AS

potret Flávio Bolsonaro (flickr.com/Senado Federal via commons.wikimedia.org/Senado Federal) Bolsonaro sendiri memutuskan untuk meninggalkan Brasil dan terbang ke AS usai dinyatakan kalah dalam pemilihan umum (pemilu) presiden pada Minggu (25/10/2026) pekan lalu. Ia dikalahkan oleh Presiden petahana Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva atau Lula da Silva, dengan selisih suara 48,21 berbanding 51,79 persen.
Bolsonaro dikabarkan terbang ke AS dengan membawa serta istri dan kedua putrinya. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut di mana Bolsonaro sekeluarga akan menetap di Negeri Paman Sam. Meski demikian, seorang sumber yang dekat dengan keluarga Bolsonaro mengatakan bahwa putra dari Jair Bolsonaro itu akan menetap di Negara Bagian Florida tanpa menyebut lokasi spesifiknya.
2. Brasil sudah melarang Bolsonaro pergi ke luar negeri

ilustrasi berpergian ke luar negeri (pexels.com/Nataliya Vaitkevich) Keputusan yang diambil Bolsonaro ini sebetulnya melanggar perintah dari otoritas Brasil. Sebab, sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) Brasil sudah melarang Bolsonaro dan keluarganya untuk terbang ke luar negeri. MA Brasil juga sudah meminta Bolsonaro untuk menyerahkan visanya agar tidak bisa pergi ke luar negeri.
Dalam pernyataannya pada Senin (26/10/2026) lalu, Bolsonaro juga sudah setuju untuk memberikan visanya ke MA Brasil. Bolsonaro juga mengatakan tidak akan meninggalkan Negeri Samba karena ingin menuntut Lula da Silva. Sebab, ia menganggap Da Silva telah melakukan kecurangan sehingga berhasil memenangi pemilu pekan lalu untuk mengamankan masa jabatannya yang ke-4. Namun, Bolsonaro akhirnya berubah pikiran dan memutuskan kabur ke AS bersama keluarganya.
3. Partai pendukung Bolsonaro sudah menerima kekalahan

potret logo Partai Liberal Brasil (commons.wikimedia.org/Partido Liberal) Hingga saat ini, Bolsonaro dikabarkan masih belum menerima kekalahannya di pemilu pekan lalu. Sebab, ia sebelumnya sudah digadang-gadang akan memenangi kontestasi politik tersebut dan menjadi Presiden Brasil yang baru. Manajer kampanye Bolsonaro, Rogerio Marinho, juga mengaku terkejut dengan kekalahan kliennya.
Namun, partai pendukung Bolsonaro, Partai Liberal, justru menunjukkan sikap berbeda. Mereka sudah mengakui kekalahan dan mengakui kemenangan Da Silva dalam pemilu pekan lalu. Dilansir NPR, pengakuan itu langsung diumumkan oleh Ketua Partai Liberal, Valdemar Costa Neto, dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin kemarin.




















