ilustrasi siswa sekolah Jepang (unsplash.com/Egor Myznik)
Format serbadigital dinyatakan tidak boleh digunakan untuk buku teks kelas empat sekolah dasar ke bawah. Opsi serbadigital hanya diperbolehkan pada mata pelajaran terbatas, seperti bahasa Inggris, musik, dan seni, bagi siswa kelas lima ke atas.
Terkait hal itu, Menteri Pendidikan saat itu, Yohei Matsumoto, pada April menyampaikan di pertemuan parlemen bahwa buku teks serbadigital sebaiknya tidak diterapkan untuk murid kelas empat ke bawah. Dia juga menyatakan format serbadigital untuk sementara waktu tidak diizinkan pada mata pelajaran bahasa Jepang, studi sosial, dan pendidikan moral.
Penerbit buku pelajaran nantinya akan memilih format yang sesuai berdasarkan pedoman menteri dengan mempertimbangkan mata pelajaran serta perkembangan peserta didik. Di sisi lain, buku teks sekolah menengah atas yang akan digunakan mulai tahun fiskal 2027 akan memuat kode QR agar para siswa dapat mengakses materi secara daring.