Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan ia akan melakukan pertukaran pendapat mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk Iran, dan situasi internasional yang semakin tegang ketika bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan ini. Pernyataan ini disampaikannya dalam rapat Komite Anggaran DPR pada Selasa (3/3/2026), menyusul meningkatnya eskalasi perang AS-Israel dengan Iran.
Pada KTT Jepang-AS tersebut, Takaichi juga mengatakan ia berharap dapat mendengar perspektif Washington dan apa yang dapat diharapkan ke depannya.
Terkait pandangan Tokyo terhadap serangan AS-Israel ke Iran dari sudut pandangan hukum internasional, Takaichi menyatakan bahwa setiap negara memiliki posisinya masing-masing. Menurutnya, Jepang belum dapat memberikan penilaian definitif karena masih kurangnya informasi rinci, dilansir NHK News.
