Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jepang Tempuh Jalur Diplomatik Redam Ketegangan AS-Israel dan Iran
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. (x.com/kantei)
  • Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berencana membahas ketegangan AS-Israel dan Iran dengan Presiden Donald Trump, menekankan pentingnya jalur diplomatik untuk menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
  • Pemerintah Jepang mengevakuasi warganya dari wilayah konflik, memastikan keselamatan sekitar 8.900 warga di 11 negara Timur Tengah, serta menyiapkan rencana darurat jika situasi memburuk.
  • Sejumlah perusahaan pelayaran besar Jepang menghentikan operasi melalui Selat Hormuz akibat meningkatnya risiko keamanan, memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan dampak ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan ia akan melakukan pertukaran pendapat mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk Iran, dan situasi internasional yang semakin tegang ketika bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan ini. Pernyataan ini disampaikannya dalam rapat Komite Anggaran DPR pada Selasa (3/3/2026), menyusul meningkatnya eskalasi perang AS-Israel dengan Iran.

Pada KTT Jepang-AS tersebut, Takaichi juga mengatakan ia berharap dapat mendengar perspektif Washington dan apa yang dapat diharapkan ke depannya.

Terkait pandangan Tokyo terhadap serangan AS-Israel ke Iran dari sudut pandangan hukum internasional, Takaichi menyatakan bahwa setiap negara memiliki posisinya masing-masing. Menurutnya, Jepang belum dapat memberikan penilaian definitif karena masih kurangnya informasi rinci, dilansir NHK News.

1. Jepang serukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik

PM Jepang tersebut juga menyatakan keprihatinannya atas kerusakan akibat serangan balasan Iran terhadap negara-negara tetangganya. Ia mendesak Teheran untuk menghentikan tindakan yang dapat mengganggu stabilitas kawasan, termasuk pengembangan senjata nuklir dan serangan terhadap negara lain. Ia menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomatik dan negosiasi.

"Upaya Iran untuk menanggapi kekhawatiran komunitas internasional dan memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah akan membantu menenangkan situasi dan memulihkan kehidupan damai warganya," ujar Takaichi.

Takaichi menambahkan bahwa ia akan segera bertemu dengan duta besar negara-negara Timur Tengah untuk Jepang.

2. Jepang melakukan evakuasi warga negaranya dari TImur Tengah

Ilustrasi sebuah bandara. (unsplash.com/Rocker Sta)

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi menyampaikan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi dalam pertemuan terpisah di Tokyo, dengan duta besar Israel dan Iran pada 2 Maret 2026. Dalam pertemuan dengan utusan Iran, Motegi meminta Teheran menghentikan tindakan destabilisasi.

Motegi mengatakan hampir seluruh dari sekitar 200 warga negara Jepang di Iran telah berhasil dihubungi dan tidak ada laporan korban. Pemerintah juga telah menghubungi sekitar 7.700 warga Jepang di negara-negara tetangga Iran dan menyiapkan rencana evakuasi jika diperlukan.

Kementerian Luar Negeri menyebutkan ada sekitar 8.900 warga Jepang saat ini berada di 11 negara di kawasan tersebut, termasuk Iran dan Israel. Lima warga Jepang telah dievakuasi dari Israel melalui jalur darat ke Amman, Yordania. Pemerintah juga sedang mengatur keberangkatan sejumlah warga Jepang dari Iran.

3. Perusahaan pelayaran Jepang menghentikan penyeberangan melalui Selat Hormuz

Ilustrasi kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. (Unsplash.com/Alexandr Popadin)

Industri pelayaran Jepang terguncang akibat dampak serangan AS-Israel terhadap Iran, dengan perusahaan pelayaran besar menghentikan lalu lintas kapal mereka melalui Selat Hormuz.

Kyodo News melaporkan, Nippon Yusen KK, Mitsui OSK Lines, dan Kawasaki Kisen Kaisha Ltd telah berhenti berlayar melalui Selat Hormuz. Asosiasi Pemilik Kapal Jepang mengatakan bahwa lebih dari 40 kapal yang terkait dengan Negeri Sakura, termasuk kapal tanker minyak, terpaksa tetap berada di Teluk Persia.

"Jika penutupan ini berkepanjangan, hal itu akan berdampak sangat besar pada perekonomian Jepang," kata seorang eksekutif dari asosiasi tersebut.

Jepang mengimpor sekitar 95 persen minyak mentahnya dari Timur Tengah, yang sebagian besar melewati Selat Hormuz. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, dan menjadi jalur transportasi energi terpenting di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati selat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team