Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Ancam Bunuh Siapa Pun yang Gantikan Ali Khamenei

Israel Ancam Bunuh Siapa Pun yang Gantikan Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Israel mengancam akan membunuh siapa pun yang menggantikan Ayatollah Ali Khamenei, setelah pemimpin tertinggi Iran itu tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
  • Pemakaman Khamenei ditunda karena lonjakan pelayat, sementara Assembly of Experts tengah menyiapkan pemilihan pemimpin baru dengan Mojtaba Khamenei disebut sebagai kandidat kuat.
  • Serangan berlanjut antara AS-Israel dan Iran menewaskan lebih dari 1.000 orang di Iran, memicu respons militer besar serta ketegangan tinggi di kawasan Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu (4/3/2026), mengancam akan membunuh siapa pun yang terpilih untuk menggantikan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pekan lalu.

“Setiap pemimpin yang dipilih oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana penghancuran Israel, mengancam AS, dunia bebas dan negara-negara di kawasan, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi target pembunuhan, tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi,” tulis Katz dalam sebuah unggahan di X.

Pada Selasa (3/3/2026), Presiden AS, Donald Trump, secara terbuka menyinggung sosok kepemimpinan yang diharapkannya muncul di Iran setelah tewasnya Khamenei. Dalam pernyataannya di Ruang Oval, ia mengatakan bahwa skenario terburuk bagi Iran adalah jika negara tersebut kembali dipimpin oleh tokoh yang tidak sejalan dengan kepentingan AS, dilansir dari Al Jazeera.

1. Pihak berwenang tunda upacara pemakaman Khamenei

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Khamenei, 86 tahun, terbunuh bersama sejumlah anggota keluarganya dan pejabat tinggi Iran dalam gelombang pertama serangan AS dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Ia telah menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini, tokoh yang memimpin Revolusi Iran setelah jatuhnya pemerintahan shah pada 1979.

Sebagai pemimpin tertinggi, Khamenei memegang otoritas tertinggi atas seluruh cabang pemerintahan, militer, dan lembaga peradilan, sekaligus berperan sebagai pemimpin spiritual negara tersebut.

Upacara pemakaman ulama tersebut awalnya dijadwalkan dimulai pada Rabu pukul 22.00 waktu setempat di Imam Khomeini Mosalla, Teheran, dan akan berlangsung selama 3 hari. Namun, upacara itu kemudian ditunda karena tingginya jumlah permintaan dari masyarakat yang ingin menghadiri upacara tersebut, serta perlunya menyediakan fasilitas yang memadai untuk menampung para pelayat.

2. Putra kedua Khamenei jadi salah satu kandidat terkuat sebagai pemimpin tertinggi Iran

Putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei
Putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Sementara itu, Ayatollah Ahmad Khatami, ulama senior Iran yang menjabat sebagai anggota Guardian Council dan Assembly of Experts, mengatakan bahwa pemerintah hampir menentukan pengganti almarhum Khamenei.

“Pemimpin Tertinggi akan ditentukan dalam waktu dekat. Kami sudah hampir mencapai keputusan, namun situasi di negara ini masih dalam kondisi perang,” katanya kepada televisi pemerintah.

Pemimpin tertinggi Iran yang baru akan dipilih oleh Assembly of Experts, lembaga ulama beranggotakan 88 orang yang dipilih oleh rakyat Iran setiap 8 tahun. Mayoritas suara sederhana sudah cukup untuk menetapkan pemimpin tertinggi yang baru. Berdasarkan konstitusi Iran, kandidat harus merupakan ulama atau ahli hukum senior dengan pengetahuan mendalam tentang yurisprudensi dalam Islam Syiah, serta memiliki kualitas seperti penilaian politik yang tajam, keberanian, dan kemampuan administratif.

Menurut laporan, putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei, termasuk di antara kandidat terkuat untuk menggantikan ayahnya. Ulama berusia 56 tahun itu disebut dekat dengan kalangan konservatif dan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elite yang bertugas mempertahankan sistem Republik Islam Iran.

3. Korban tewas di Iran capai 1.045 orang

serangan rudal Iran terhadap Israel
serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)

Hingga kini, AS dan Israel masih terus membombardir Iran, menewaskan sedikitnya 1.045 orang sejak Sabtu. Sebagai respons, Angkatan bersenjata Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke Israel dan negara-negara Arab tetangga yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Meskipun Israel, AS, dan negara-negara Teluk berhasil mencegat sebagian besar proyektil tersebut, beberapa di antaranya tetap mengenai aset militer dan infrastruktur sipil. Puing-puing dari rudal dan drone yang berhasil dicegat juga dilaporkan jatuh di sejumlah kawasan permukiman.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan kepada negara-negara tetangga bahwa serangan AS dan Israel tidak menyisakan pilihan bagi Iran selain membela diri setelah upaya diplomasi sebelumnya gagal.

“Kami menghormati kedaulatan Anda dan meyakini bahwa keamanan serta stabilitas kawasan harus dicapai melalui upaya bersama negara-negara di kawasan,” ujarnya, dikutip dari BBC.

Sementara itu, di Israel, total 10 orang dilaporkan tewas akibat serangan balasan Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More