Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Pangkas Kekuatan NATO, Jet Tempur AS Dikurangi

Trump Pangkas Kekuatan NATO, Jet Tempur AS Dikurangi
ilustrasi bendera NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)
Intinya Sih
  • Pemerintahan Donald Trump akan memangkas kekuatan udara dan laut AS untuk NATO di Eropa, termasuk pengurangan jet tempur, pesawat pengintai, dan armada pengisian bahan bakar.
  • NATO menilai langkah AS sebagai kesempatan memperkuat kemandirian aliansi dengan mengurangi ketergantungan pada satu sekutu serta menyiapkan strategi pertahanan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.
  • Menanggapi ancaman Rusia, NATO mulai menyusun rencana pertahanan alternatif sementara Trump terus mendesak negara-negara Eropa meningkatkan anggaran militernya menjelang KTT NATO di Turki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Amerika Serikat (AS) berencana mengurangi secara besar-besaran kekuatan udara dan laut yang selama ini disiapkan untuk mendukung operasi Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) di Eropa. Kebijakan itu menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi kemampuan pengintaian dan serangan jarak jauh aliansi tersebut.

Melansir New York Times yang mengutip dua pejabat senior pada Jumat (12/6/2026), pemerintahan Presiden Donald Trump akan menurunkan jumlah jet tempur F-16 dan F-15E untuk NATO dari sekitar 150 unit menjadi 100 unit. Selain itu, jumlah pesawat pengintai maritim akan dipangkas dari 26 menjadi 15 unit dan seluruh delapan pesawat pengisian bahan bakar di udara yang ditempatkan di Eropa juga akan ditarik.

1. AS mengalihkan fokus strategi militernya

ilustrasi pangkalan militer
ilustrasi pangkalan militer (pexels.com/Nikolai Ulltang)

Selain armada udara, AS juga akan memindahkan kapal selam yang membawa rudal, kapal induk beserta pesawat pendukungnya, beberapa kapal perang, serta satu dari dua kelompok pasukan bomber yang sebelumnya disiapkan untuk menjaga kawasan Eropa.

Berdasarkan laporan NDTV, pengurangan tersebut akan membatasi kemampuan NATO dalam melakukan pengawasan dan melancarkan serangan jarak jauh. Langkah itu merupakan bagian dari strategi global AS untuk menyesuaikan kehadiran militernya di Eropa dan mengalihkan sumber daya ke Timur Tengah, Asia, serta Amerika.

Komando Eropa AS menjelaskan penyesuaian armada itu dilakukan untuk menyelaraskan besaran kontribusi mereka terhadap Model Pasukan NATO.

2. NATO menyiapkan langkah mengurangi ketergantungan

ilustrasi anggota NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)
ilustrasi anggota NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)

Para pejabat NATO telah mengetahui rencana pengurangan kekuatan militer AS tersebut. Mereka memandang perubahan itu sebagai perkembangan yang positif bagi keberlangsungan aliansi.

“Perubahan ini memperkuat rencana pertahanan NATO dengan mengurangi ketergantungan berlebih pada satu sekutu dan merupakan refleksi dari pergeseran yang lebih luas yang terjadi dalam aliansi,” Juru Bicara NATO Allison Hart kepada Anadolu Agency, dikutip Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa langkah itu bertujuan menempatkan NATO pada pijakan yang lebih berkelanjutan untuk dekade-dekade mendatang.

3. NATO menyusun skenario menghadapi ancaman Rusia

ilustrasi bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)
ilustrasi bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)

Panglima Tertinggi Sekutu NATO Jenderal AS Alex Grynkewich menyampaikan pentingnya pendekatan yang fleksibel saat berbicara dalam sebuah pameran udara di Berlin. Ia juga menjelaskan bahwa aliansi mulai menyiapkan rencana pertahanan alternatif untuk menghadapi kemungkinan ancaman dari Rusia setelah adanya pergerakan pasukan besar di sepanjang sayap timur NATO.

Di sisi lain, Trump berulang kali melontarkan kritik terhadap NATO dengan menyebutnya sebagai paper tiger (macan kertas). Ia menilai negara-negara Eropa kurang berinvestasi pada sektor pertahanan dan terlalu bergantung kepada AS, sehingga mendorong sekutu di Eropa dan Asia meningkatkan anggaran pertahanan hingga 3,5 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Trump dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki. Mengenai agenda tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa pertemuan itu merupakan pertemuan paling penting dalam sejarah NATO karena ada hal-hal yang perlu dibersihkan dan diperbaiki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More