Jakarta, IDN Times - Serikat Jurnalis Palestina atau Palestinian Journalists Syndicate (PJS) secara resmi mendokumentasikan setidaknya 108 kasus serangan yang menargetkan jurnalis serta pekerja media di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Laporan komprehensif ini dirilis oleh Komite Kebebasan PJS pada Minggu (9/8/2026) malam waktu setempat. Data tersebut mencakup berbagai jenis pelanggaran yang dialami oleh para peliput berita di lapangan sepanjang bulan Juli lalu.
Aksi kekerasan ini diduga kuat sengaja dilakukan oleh otoritas keamanan dan kelompok pemukim Israel untuk menghalangi penyebaran informasi terkait situasi konflik terkini. Tindakan agresif tersebut membuat tugas peliputan berita di wilayah pendudukan menjadi semakin berbahaya dan penuh risiko. Melalui laporan ini, PJS berharap ada tindakan nyata dari komunitas internasional untuk melindungi keselamatan para pekerja media di daerah rawan konflik.
