Daniel mengatakan, pemantauan titik api secara real-time melalui pemanfaatan teknologi drone dapat memetakan sebaran api secara akurat. Langkah ini juga dapat meminimalisir personel darat yang harus masuk ke titik-titik berisiko tinggi di medan berbahaya tersebut.
Anggota DPR Dorong Andalkan Drone untuk Karhutla Bromo, Minim Risiko

- Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo dilaporkan telah menghanguskan 520 hektare selama tujuh hari terakhir.
- Daniel Johan mendorong pemanfaatan drone untuk memetakan titik api dan menentukan sasaran water bombing.
- Dua helikopter telah diterjunkan, sementara BNPB berencana menambah tiga helikopter karena api terus meluas.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendorong pemerintah memanfaatkan teknologi drone dalam operasi pemadaman kebakatan lahan di Gunung Bromo yang meluas hingga 520 hektare. Penggunaan water bombing diperlukan karena medan di beberapa titik Tengger sulit dijangkau tim darat.
"Data dari drone ini juga bisa menjadi dasar penentuan prioritas sasaran water bombing agar lebih efektif dan tepat sasaran," kata Daniel kepada jurnalis, Senin (10/8/2026).
1. Ingatkan penanganan tidak tumpang tindih

Politikus PKB itu mengatakan, kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bukan hanya aset ekologis penting, melainkan penopang ekonomi wisata masyarakat sekitar. Karena itu, setiap hektare yang terbakar adalah kerugian jangka panjang yang tidak mudah dipulihkan.
Daniel mendorong adanya koordinasi yang kuat antara stekholder terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar TNBTS, TNI/Polri, dan relawan sehingga dalam penanganan di masa darurat ini tidak ada tumpang tindih, maupun ada titik yang luput dari pemadaman.
"Kami Komisi IV juga meminta pemerintah pusat memastikan kecukupan anggaran serta dukungan logistik bagi personel di lapangan, mengingat keselamatan mereka harus jadi prioritas utama di medan seekstrem ini," kata dia.
2. Pemerintah diminta tingkatkan early warning system di kawasan konservasi

Selain itu, kata Daniel, perlu adanya evaluasi secara menyeluruh atas kesiapan mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah daerah. Rentetan kebakaran terjadi di beberapa daerah, di antaranya, kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Tambora di NTB, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, hingga kawasan Gunung Gede Pangrango.
Dia juga menekankan pentingnya kesiapan mitigasi di kawasan konservasi, termasuk investasi pada early warning system berbasis drone dan satelit, agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.
"Terutama tahun ini yang telah diprediksi el nino yang panjang harus siap siaga atas dampaknya," kata dia.
3. Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 520 hektare

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melaporkan, kebakaran di Gunung Bromo terus meluas. Dilaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan 520 hektare hutan di kawasan Gunung Bromo selama 7 hari terakhir.
Kepala BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, mengatakan, sejauh ini ada 2 helikopter milik TNI AL dan BNPB yang diterjunkan untuk melakukan water boombing. Sebab api terus meluas, BNPB rencananya akan menambah 3 helikopter untuk menangani api yang semakin tidak terkendali.
Purwoto mengatakan, situasi karhutla saat ini meluas ke arah bukit B29, tepatnya di kawasan Pusung Ledok Bedor yang berjarak 1,5 kilometer dari pusung Jantur. Sempat muncul titik api di jalur Jemplang menuju Watu Gede yang jadi wilayah administrasi Kabupaten Malang, tapi berhasil dikondisikan kembali oleh tim darat sehingga sudah tidak ada titik api lagi.
"Hot spot masih berasap di area Pusung Ledok Bedor. Kemudian cuaca di wilayah Gunung Bromo terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang," kata dia.

















