Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Netanyahu Tegaskan Tolak Rencana Damai Trump di Gaza!

Netanyahu Tegaskan Tolak Rencana Damai Trump di Gaza!
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Donald Trump di gedung putih (commons.wikimedia.org/ Dan Scavino)
Intinya Sih
  • Benjamin Netanyahu menolak rencana perdamaian 15 poin Presiden AS Donald Trump untuk Gaza, meski dokumen tersebut didukung Hamas pada bulan sebelumnya.
  • Netanyahu menegaskan Israel tidak akan menarik pasukan dari Gaza sebelum Hamas melucuti seluruh senjatanya, sembari melanjutkan upaya menghadapi ancaman terhadap pasukan dan warga Israel.
  • Dewan Perdamaian pimpinan AS juga menyatakan penarikan pasukan Israel baru dilakukan setelah pelucutan senjata Hamas selesai, di tengah serangan Israel yang terus terjadi di Gaza.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menolak rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk Gaza. Ia menegaskan, Tel Aviv tidak akan menarik pasukannya sampai kelompok Palestina, Hamas, melucuti seluruh senjatanya.

"Israel menolak dokumen yang memuat 15 poin tersebut," ujar Netanyahu dalam rapat kabinet pada Minggu (9/8/2026), merujuk pada rencana yang didukung oleh kelompok Palestina, Hamas, bulan lalu.

Dilansir dari Al Jazeera, Netanyahu menambahkan, militer Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun sampai Hamas benar-benar melucuti senjatanya.

“Kami akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan dan warga kami,” kata dia.

Israel terus melancarkan serangan mematikan yang terjadi hampir setiap hari di seluruh Jalur Gaza sejak menyepakati gencatan senjata dengan Hamas pada bulan Oktober lalu.

Pekan lalu, Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) yang dipimpin AS menyatakan penarikan pasukan Israel dari Gaza baru akan dilakukan setelah pelucutan senjata Hamas rampung. Pernyataan ini disampaikan menyusul pertemuan antara direktur badan tersebut, Nickolay Mladenov, dan Netanyahu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More