Houthi Lancarkan Serangan di Kota Pelabuhan Yaman, 11 Orang Tewas

- Serangan rudal dan sekitar 25 drone Houthi di pelabuhan Mokha, Yaman, menewaskan 11 orang—tiga warga sipil dan delapan personel militer—serta melukai 32 lainnya.
- Serangan merusak fasilitas ekonomi, perumahan pekerja, dan hanggar bea cukai pelabuhan; Houthi juga menyasar pasukan serta instalasi propemerintah di sekitar Mokha dan pulau dekat Bab al-Mandab.
- Houthi mengaku menargetkan pasukan Arab Saudi, sementara gencatan senjata 2022 dengan pemerintah Yaman mulai runtuh sejak Juli 2026 di tengah memanasnya konflik kawasan.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 11 orang tewas setelah kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan drone di kota pelabuhan Mokha, Yaman, pada Minggu (9/8/2026). Tiga warga sipil dan delapan personel militer dilaporkan tewas, sementara 32 lainnya terluka.
Direktur pelabuhan Mokha, Abdulmalik al-Sharabi, mengatakan bahwa Houthi meluncurkan sekitar 25 drone, yang menghantam fasilitas ekonomi, perumahan para karyawan pelabuhan dan hanggar bea cukai. Media lokal melaporkan bahwa infrastruktur pelabuhan mengalami kerusakan parah dan sejumlah pekerja mengalami luka-luka.
1. Houthi juga disebut serang pasukan dan instalasi propemerintah di sekitar Mokha

Dilansir Euro News, dua pejabat militer dari pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional mengonfirmasi bahwa Mokha dihantam oleh beberapa gelombang serangan rudal dan drone. Salah satu pejabat mengungkapkan bahwa Houthi juga menyasar pasukan dan instalasi propemerintah di luar kota tersebut dan sejumlah lokasi di pulau-pulau dekat Selat Bab al-Mandab, yang merupakan jalur pelayaran strategis di pintu masuk selatan Laut Merah.
Menurut pejabat tersebut, beberapa lokasi yang menjadi sasaran serangan ditempati oleh pasukan Arab Saudi. Meski demikian, sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa di pihak militer Arab Saudi.
Warga di Mokha juga membenarkan adanya ledakan di wilayah tersebut. Salah satu warga mengatakan bahwa mereka mendengar ledakan dari drone dan sistem pertahanan udara di atas pelabuhan dan kota, sementara yang lainnya mengaku mendengar enam ledakan berturut-turut di pelabuhan.
2. Houthi mengaku targetkan pasukan Arab Saudi

Sementara itu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan pasukan dan peralatan militer Arab Saudi dalam serangan di Mokha. Ia sebelumnya juga mengonfirmasi bahwa kelompok tersebut telah menyerang fasilitas minyak di pesisir Laut Merah Arab Saudi.
Saree mengatakan bahwa serangan terhadap fasilitas minyak yang dioperasikan oleh perusahaan minyak milik negara, Aramco, dilakukan sebagai tanggapan atas masuknya drone milik Arab Saudi ke wilayah barat laut Yaman. Sementara itu, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa kebakaran di fasilitas tersebut telah berhasil dipadamkan.
3. Pertempuran di Yaman kembali pecah seiring memanasnya perang di Timur Tengah

Kesepakatan gencatan senjata antara Houthi dan pemerintah Yaman yang berbasis di Aden pada 2022 mulai runtuh pada Juli 2026 seiring memanasnya pertempuran antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran di kawasan tersebut. Houthi sendiri telah mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi serta menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi dan infrastruktur minyak negara tersebut.
Dilansir The New Arab, Mokha terletak di kawasan pesisir Laut Merah Yaman yang memiliki nilai strategis, dekat dengan Selat Bab al-Mandab. Kota ini termasuk wilayah yang dikuasai oleh pasukan yang berpihak pada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.



















