Jakarta, IDN Times - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia. Pada Rabu (26/8/2026) pagi, sebanyak 17 stasiun pemantauan kualitas udara di Negeri Jiran tercatat berada dalam kategori tidak sehat.
Data Departemen Lingkungan Hidup Malaysia (Department of Environment/DoE) menunjukkan kondisi terburuk terjadi di sejumlah wilayah Sarawak dan Lembah Klang. Polusi udara di beberapa daerah bahkan mendekati ambang kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut terjadi ketika Malaysia masih menghadapi dampak kabut asap lintas batas yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, selain kebakaran lokal serta kondisi cuaca yang kering.
