Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kamboja Klaim Bersih dari Sarang Online Scam
Bendera Kamboja (unsplash.com/aboodi vesakaran)
  • Pemerintah Kamboja mengklaim telah membongkar seluruh sarang penipuan daring melalui penggerebekan nasional, penahanan puluhan ribu WNA, deportasi tersangka, dan penindakan pejabat yang membekingi jaringan.
  • Meski markas besar disebut sudah ditutup, kelompok kriminal dilaporkan beralih ke unit kecil yang bersembunyi di rumah, apartemen, kedai kopi, fasilitas umum, dan kendaraan berpindah.
  • Organisasi HAM dan pengamat internasional meragukan klaim tersebut, menekankan perlunya penyelidikan serta penuntutan dalang jaringan dan verifikasi independen atas pemberantasan kejahatan siber.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Kamboja mengklaim telah berhasil memberantas seluruh sarang penipuan daring (scam compounds) yang beroperasi di wilayahnya. Pencapaian ini diumumkan kepada perwakilan diplomat asing pada Kamis (27/8/2026) dan dipertegas melalui pernyataan tertulis, pada Jumat (28/8/2026).

Otoritas penegak hukum memastikan pusat kejahatan lintas negara tersebut telah dibongkar total. Langkah ini diklaim sebagai bentuk nyata komitmen Kamboja untuk melindungi masyarakat global dari kerugian finansial akibat kejahatan siber.

1. Penutupan fasilitas penipuan berskala besar

Selama lebih dari setahun terakhir, aparat Kamboja gencar menggerebek ratusan lokasi markas penipuan daring. Operasi berskala nasional ini berhasil melumpuhkan aktivitas ilegal sindikat terorganisasi dan menahan puluhan ribu warga negara asing (WNA).

Setelah ditahan, para tersangka langsung dideportasi ke negara asal masing-masing. Pemerintah Kamboja juga menindak tegas sejumlah pejabat publik yang terbukti membekingi jaringan kriminal tersebut.

"Kegiatan penipuan berskala besar telah kami kendalikan sepenuhnya. Saat ini, tidak ada lagi sarang penipuan daring yang tersisa di Kamboja," tegas Menteri Senior Urusan Misi Khusus Kamboja, Chhay Sinarith.

2. Pelaku ubah strategi jadi operasi skala kecil

Kendati markas utama telah digulung, kelompok kriminal mengubah taktik operasional agar tidak terendus aparat. Para pelaku memecah sindikat menjadi unit-unit kecil yang menyusup ke permukiman warga dan fasilitas umum.

Tempat persembunyian baru ini mencakup rumah singgah, apartemen, rumah kontrakan, kedai kopi, hingga kendaraan pribadi yang terus berpindah-pindah.

"Kelompok kriminal saat ini beralih ke kegiatan terdesentralisasi berskala kecil dengan bersembunyi di berbagai fasilitas publik dan hunian warga," jelas Sinarith, dilansir dari Al Jazeera.

Merespons taktik gerilya ini, kepolisian terus memburu sel-sel operasi kecil tersebut tanpa pandang bulu. Otoritas setempat juga telah mencabut izin puluhan kasino yang terbukti memfasilitasi pelanggaran hukum.

3. Pakar internasional ragukan klaim pemerintah

Di sisi lain, klaim keberhasilan ini justru memicu skeptisisme dari organisasi hak asasi manusia (HAM) dan pengamat internasional. Mereka menilai penghancuran markas fisik tidak otomatis memutus rantai kejahatan siber secara keseluruhan.

Indikator keberhasilan yang sejati seharusnya diukur dari proses penegakan hukum terhadap para dalang atau aktor intelektual di balik industri penipuan ini.

"Ujian sebenarnya dari keberhasilan jangka panjang adalah apakah aktor utamanya telah diselidiki, dituntut, dan dicegah secara permanen untuk melanjutkan operasi mereka," kritik Direktur Co-Regional Amnesty International, Montse Ferrer.

Oleh karena itu, komunitas internasional terus mendesak adanya verifikasi independen guna memastikan bahwa jaringan kejahatan siber di Kamboja benar-benar telah diberantas hingga ke akarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article