Kebakaran Terjadi di Bandara King Khalid usai Dihantam Proyektil Asing

- Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid di Riyadh terbakar setelah dihantam proyektil asing pada Minggu; pertahanan udara juga mencegat rudal jelajah di dekat bandara.
- Serangan pada 10 Oktober menewaskan 13 orang dan melukai 308 lainnya, termasuk seorang warga India yang meninggal akibat luka-luka; operasional bandara sempat dihentikan.
- Bandara Saudi mengalami serangan berulang sejak 6 Oktober; Houthi mengaku menargetkan King Khalid, tetapi otoritas Saudi belum mengidentifikasi pelaku proyektil yang menghantam Terminal 4.
Jakarta, IDN Times - Kebakaran terjadi di Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026), setelah terminal tersebut dihantam proyektil yang belum diketahui asalnya. Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan pertahanan udara mencegat sebuah rudal jelajah di dekat bandara saat petugas menangani kebakaran tersebut.
Koalisi tidak menjelaskan apakah rudal jelajah yang dicegat itu berkaitan dengan proyektil yang menghantam Terminal 4. Belum ada keterangan mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban dalam insiden tersebut.
1. Serangan sehari sebelumnya menewaskan 13 orang

Bandara Internasional King Khalid (commons.wikimedia.org/Air Mobility Command) Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) pada mulanya melaporkan bahwa serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu (10/10) menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Operasional bandara sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan kerusakan dan keselamatan fasilitas.
Pada Minggu, Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengumumkan bahwa seorang warga India meninggal akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan tersebut. BBC kemudian melaporkan bahwa jumlah korban tewas mencapai 13 orang, sedangkan 308 lainnya terluka.
2. Bandara Arab Saudi mengalami serangan berulang

Mayor Jenderal Turki al-Maliki (commons.wikimedia.org/جريدة الوطن السعودية) Dilansir Anadolu Agency, Bandara Internasional King Khalid mengalami dua serangan yang menyasar fasilitas bandara dan sebuah pesawat Saudi Arabian Airlines pada Kamis (8/10). GACA melaporkan tiga warga negara Saudi tewas serta sejumlah warga dan penduduk dari berbagai negara terluka.
Sebelumnya, serangan pada 6–7 Oktober juga menyasar Bandara Internasional Abha dan King Khalid. Menurut otoritas Saudi, tiga warga negara Maroko, Aljazair, dan Sudan tewas serta 36 orang terluka dalam serangan tersebut.
3. Houthi mengeklaim telah menyerang bandara Saudi

Brigadir Jenderal Yahya Saree (commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency) Kelompok Houthi di Yaman mengumumkan pada Kamis bahwa mereka menargetkan Bandara Internasional King Khalid menggunakan rudal balistik. Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan kelompoknya menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone dalam serangan selama 24 jam terakhir.
Houthi juga memperingatkan maskapai penerbangan dan penumpang agar tidak menggunakan bandara maupun wilayah udara Arab Saudi. Sementara itu, otoritas Saudi belum mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas proyektil yang menghantam Terminal 4 pada Minggu.





















