Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi kecelakaan pesawat
Ilustrasi kecelakaan pesawat. (pixabay.com/laloublue)

Intinya sih...

  • Pesawat kecil jatuh di Kolombia, menewaskan 15 orang termasuk anggota DPR.

  • Satena, maskapai penerbangan milik negara, mengonfirmasi tidak ada yang selamat setelah pesawat ditemukan.

  • Diogenes Quintero, anggota DPR yang tewas dalam kecelakaan, adalah seorang pembela hak asasi manusia yang terkenal di wilayah perbatasan Kolombia-Venezuela.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah pesawat kecil jatuh pada Rabu (28/1/2026) di daerah pedesaan Provinsi Norte de Santander di timur laut Kolombia. Insiden ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 15 orang, termasuk seorang anggota kongres.

Satena, maskapai penerbangan milik negara yang mengoperasikan penerbangan tersebut, mengatakan bahwa pejabat setempat di komunitas Curasica memberi tahu pihak berwenang tentang lokasi jatuhnya pesawat, dan tim penyelamat dikerahkan untuk menilai kondisi para penumpang.

Kementerian Transportasi Kolombia kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, setelah pesawat ditemukan di lokasi, pihak berwenang mengkonfirmasi tidak ada yang selamat.

Dilansir The Korea Herald, Kamis (29/1/2026), pesawat tersebut memiliki nomor registrasi HK4709, lepas landas pukul 11:42 pagi waktu setempat, dari bandara di Cucuta, menuju Ocaaa. Wilayah Ocaaa dikelilingi pegunungan.

Kontak terakhir pesawat dengan pengontrol lalu lintas udara terjadi beberapa menit setelah lepas landas, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Satena.

Para pejabat tidak memberikan informasi penyebab kecelakaan tersebut, tetapi mengatakan akan ada penyelidikan.

Pesawat kecil itu membawa dua awak dan 13 penumpang. “Termasuk di dalamnya, Diogenes Quintero, 36 tahun, anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk Catatumbo,” kata maskapai penerbangan tersebut.

Carlos Salcedo, seorang pemimpin sosial yang mencalonkan diri untuk Kongres, juga termasuk di antara para korban. Quintero adalah pembela hak asasi manusia yang terkenal di wilayah perbatasan yang bermasalah dengan Venezuela, tempat asalnya dan tempat kecelakaan itu terjadi.

Sebagai seorang pengacara, ia terpilih pada 2022 sebagai salah satu dari 16 perwakilan di majelis rendah untuk mewakili lebih dari 9 juta korban konflik bersenjata Kolombia yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Kursi-kursi tersebut diciptakan sebagai bagian dari perjanjian damai penting 2016 antara pemerintah Kolombia dan kelompok gerilya terbesar di negara itu yang dikenal sebagai FARC.

Partainya, Partai U, menyatakan penyesalan mereka atas kematiannya. “Ia adalah seorang pemimpin yang berkomitmen pada wilayahnya, dengan panggilan yang teguh untuk melayani,” kata dia.

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan belasungkawa melalui media sosialnya. “Saya sangat sedih atas kematian ini. Belasungkawa terdalam saya kepada keluarga mereka. Semoga mereka beristirahat dalam damai,” serunya.

Editorial Team