Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Gempa Susulan Flores M7,7 Capai 9.870 Kali? Ini Sebabnya
Visual wilayah terdampak gempa M7.7 NTT dari udara diambil pada Jumat (21/8). (Dok. BNPB)
  • BMKG mencatat 9.870 gempa susulan setelah gempa Flores M7,7 hingga Minggu pukul 11.00 WIB.
  • Sebanyak 156 gempa susulan dirasakan masyarakat, dengan sebagian besar kejadian berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer.
  • Daryono menyebut sumber gempa lain di sekitar Sesar Naik Flores ikut aktif melalui fenomena off-fault seismicity.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu pernah merasakan gempa susulan?
Vote Now
Minggu (30/8/2026) pukul 11.00 WIB

BMKG mencatat 9.870 gempa susulan setelah gempa Flores M7,7. Sebanyak 156 gempa susulan tercatat dirasakan masyarakat.

Senin (31/8/2026)

Daryono menyatakan kedalaman dangkal menyebabkan frekuensi guncangan yang dirasakan masyarakat tergolong tinggi, yakni 156 kali.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu pernah merasakan gempa susulan?
Vote Now
  • What?
    Gempa susulan Flores M7,7 tercatat mencapai 9.870 kejadian.
  • Who?
    BMKG mencatat aktivitas gempa susulan, sementara Dr. Daryono dari IABI menjelaskan penyebabnya.
  • Where?
    Episenter mayoritas terkonsentrasi di zona Flores Backarc Thrust, dari Laut Flores hingga daratan Flores bagian tengah dan barat.
  • When?
    Hingga Minggu (30/8/2026) pukul 11.00 WIB.
  • Why?
    Sumber gempa lain di sekitar Sesar Naik Flores ikut aktif setelah gempa utama melalui off-fault seismicity.
  • How?
    Pergeseran patahan utama memindahkan tegangan ke patahan lain yang sebelumnya terkunci, lalu memicu pergerakan dan gempa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu pernah merasakan gempa susulan?
Vote Now

Gempa besar Flores M7,7 membuat banyak gempa kecil datang lagi. BMKG menghitung ada 9.870 gempa susulan. Dr. Daryono bilang bukan hanya satu sesar yang bergerak. Ada patahan lain di dekatnya juga ikut bergerak karena tegangan berpindah. Banyak gempa itu dangkal, jadi 156 kali guncangan dirasakan orang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu pernah merasakan gempa susulan?
Vote Now

Penjelasan mengenai sumber gempa lain dan off-fault seismicity memberi gambaran bahwa tingginya jumlah gempa susulan Flores dapat dipahami dari proses tektonik dan geologi. Data sebaran BMKG serta uraian Daryono juga menunjukkan keterkaitan kedalaman gempa dengan banyaknya guncangan yang dirasakan masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu pernah merasakan gempa susulan?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Aktivitas gempa susulan setelah gempa bumi Flores berkekuatan magnitudo 7,7 tercatat sangat tinggi. Hingga Minggu (30/8/2026) pukul 11.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 9.870 gempa susulan terjadi di wilayah tersebut.

Gempa susulan itu memiliki rentang magnitudo yang cukup lebar, mulai dari M1,0 hingga M6,2. Dari ribuan kejadian tersebut, sebanyak 35 gempa memiliki magnitudo minimal 5,0.

Sebanyak 156 gempa susulan juga tercatat dirasakan masyarakat. Tingginya frekuensi gempa yang dirasakan tersebut tidak terlepas dari karakteristik kedalaman gempa susulan yang mayoritas relatif dangkal.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan aktivitas gempa susulan yang jumlahnya mendekati 10 ribu kali memang terlihat tidak lazim. Namun, kondisi tersebut dapat dijelaskan dari sisi tektonik dan geologi.

Menurut Daryono, salah satu kunci untuk memahami tingginya aktivitas tersebut adalah adanya sumber gempa lain yang ikut aktif setelah gempa utama.

1. Sebanyak 9.870 Gempa susulan tercatat di Flores

Rumah Roboh Gempa Flores NTT - IDN Times

Berdasarkan peta sebaran gempa susulan BMKG hingga 30 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, episenter gempa susulan mayoritas terkonsentrasi di sepanjang zona Flores Backarc Thrust atau Sesar Naik Belakang Busur Flores.

Sebaran episenter tersebut membentang cukup luas dari barat ke timur, mulai dari wilayah perairan Laut Flores hingga merambat ke wilayah daratan Flores bagian tengah dan barat.

Daryono mengatakan, sebagian besar gempa susulan terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Kondisi ini membuat gempa-gempa dengan magnitudo kecil hingga sedang lebih mudah dirasakan masyarakat.

“Kedalaman yang dangkal inilah yang menyebabkan frekuensi guncangan yang dirasakan masyarakat (felt earthquakes) tergolong cukup tinggi, 156 kali, meskipun sebagian besar magnitudonya berada di kisaran kecil hingga sedang (M5,0),” kata Daryono dalam pernyataannya, Senin (31/8/2026).

Secara umum, banyaknya gempa susulan merupakan bagian dari proses pelepasan energi dan penyesuaian tegangan pada kerak bumi setelah terjadinya gempa utama.

Gempa utama Flores yang berkekuatan M7,7 dipastikan berkaitan dengan aktivitas sesar naik Flores. Mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan sesar naik yang menjadi pemicu utama rangkaian gempa tersebut.

Namun, menurut Daryono, terdapat fenomena lain yang membuat jumlah aktivitas gempa susulan di Flores jauh lebih banyak dibandingkan jika hanya berasal dari satu bidang sesar.

2. Ada sesar lain yang ikut aktif

Kondisi Puskesmas yang terdampak gempa di Manggarai, NTT. (Dok. Kemenkes)

Daryono menemukan adanya hal menarik pada kluster gempa di Flores bagian barat. Di wilayah tersebut terdapat sedikitnya empat sumber gempa signifikan dengan magnitudo lebih dari M5,0.

Yang membedakan, keempat gempa tersebut memiliki mekanisme turun atau normal fault, bukan mekanisme naik atau thrust fault seperti mekanisme gempa utama Flores.

Artinya, terdapat sumber gempa lain di luar Sesar Naik Flores yang ikut aktif setelah terjadinya gempa utama M7,7.

“Artinya ada sumber gempa lain, selain sesar naik Flores yang aktif dan memicu gempa ‘sekunder’ dalam peristiwa gempa Flores saat ini,” ujar Daryono.

Aktivitas sumber gempa lain tersebut terutama terlihat pada kluster di bagian barat Flores. Kondisi inilah yang menurut Daryono menyebabkan konsentrasi aktivitas seismik di wilayah tersebut menjadi sangat padat.

Dengan kata lain, ribuan gempa yang tercatat tidak seluruhnya harus dipahami sebagai gempa yang terjadi tepat di sepanjang bidang patahan utama yang memicu gempa M7,7.

Sebagian aktivitas tersebut berasal dari patahan atau sumber gempa lain yang berada di sekitar jalur patahan utama dan ikut mengalami perubahan kondisi setelah gempa besar terjadi.

Fenomena seperti ini dikenal sebagai off-fault seismicity, yakni aktivitas gempa yang muncul di luar bidang patahan utama setelah terjadinya gempa besar.

3. Apa itu Fenomena Off-Fault Seismicity?

ilustrasi gempa bumi (unsplash.com/Anastasia R.)

Daryono menjelaskan, off-fault seismicity dapat terjadi karena adanya transfer tegangan statis atau Coulomb stress transfer setelah patahan utama mengalami pergeseran.

Ketika sebuah patahan besar pecah dan bergerak, tegangan tektonik tidak serta-merta hilang seluruhnya. Perubahan tersebut dapat memindahkan atau mendistribusikan tegangan ke struktur patahan lain di sekitarnya.

Patahan-patahan yang sebelumnya berada dalam kondisi terkunci kemudian dapat mengalami peningkatan tegangan hingga memicu pergerakan dan menghasilkan gempa.

“Ketika patahan utama pecah, beban tegangan tidak hilang begitu saja, melainkan berpindah dan membebani patahan-patahan kecil di sekitarnya yang tadinya terkunci,” beber Daryono.

Menurut dia, mekanisme tersebut menjelaskan mengapa aktivitas gempa susulan Flores dapat mencapai hampir 10 ribu kejadian. Bukan hanya proses penyesuaian pada bidang sesar utama yang berlangsung, tetapi sumber-sumber gempa di sekitarnya juga ikut aktif.

“Tingginya jumlah aktivitas gempa susulan Flores M7,7 yang luar biasa banyak, sudah terjawab karena adanya fenomena off-fault seismicity,” ujarnya.

Fenomena serupa bukan pertama kali terjadi. Daryono menyebut Gempa Ambon M6,5 pada 26 September 2019 sebagai salah satu contoh di Indonesia. Saat itu, gempa utama memicu aktivitas pada sejumlah sesar aktif lain di sekitar sumber gempa dan menghasilkan lebih dari 3.000 gempa susulan.

Di luar Indonesia, pola aktivitas serupa juga pernah ditemukan setelah gempa Ridgecrest California M7,1 pada 2019, Landers California M7,3 pada 1992, Kumamoto Jepang M7,3 pada 2016, serta Kaikōura Selandia Baru M7,8 pada 2016.

Gempa-gempa tersebut sama-sama menunjukkan gempa besar dapat memicu aktivitas pada struktur patahan lain di sekitarnya. Karena itu, tingginya jumlah gempa susulan Flores tidak semata-mata menunjukkan satu sesar terus-menerus bergerak, tetapi juga mencerminkan respons kompleks berbagai sumber gempa terhadap perubahan tegangan setelah gempa utama.

Bagikan pengalamanmu soal gempa susulan

Apakah kamu pernah merasakan gempa susulan?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article