Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Presiden PKS Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan di Era Digital

Presiden PKS Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan di Era Digital
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (Dok. PKS)
  • Almuzzammil Yusuf mengajak anak muda PKS menjadi penggerak perubahan dan membangun kedekatan dengan generasi muda.
  • TYF dirancang untuk memperbanyak fasilitator muda yang mendampingi, menjadi sahabat, dan memberi ruang berkembang bagi anak muda.
  • PKS berharap pelatihan serupa dapat digelar offline oleh DPW di seluruh Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama fasilitator muda?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf, mengajak anak muda PKS menjadi penggerak perubahan, sekaligus membangun kedekatan dengan generasi muda di tengah perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Almuzzammil saat membuka Training for Youth Facilitator (TYF) yang digelar Bidang Kepemudaan DPP PKS, Minggu (30/8/2026). Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pemuda menjadi fokus kita karena pemuda dari masa ke masa, zaman ke zaman selalu menjadi ujung tombak perubahan,” ujarnya dalam keterangan, Senin (31/8/2026).

  1. 1. Generasi muda butuh fasilitator di tengah gempuran teknologi

    IMG_20250718_170931.jpg
    Presiden PKS Almuzzammil Yusuf saat menyapa para wartawan seusai acara pembekalan bagi kader-kader PKS Jawa Tengah di Hotel Grasia Gajahmungkur Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Ia mencontohkan peran generasi muda dalam sejarah Islam maupun perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, banyak sahabat Rasulullah SAW yang dijanjikan surga telah berkontribusi sejak usia muda.

    Semangat yang sama juga terlihat dalam peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi salah satu tonggak perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

    “Kita ingin mewarisi perjuangan mereka, munculkan anak-anak muda dari PKS. Pemuda yang sesuai dengan semangat konstitusi kita Pasal 31 ayat 3, orang-orang yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan mencerdaskan,” kata dia.

    Almuzzammil menilai generasi muda saat ini juga menghadapi tantangan yang berbeda, terutama di era digital. Setiap orang kini memiliki ruang untuk menjadi influencer dan turut membentuk opini publik.

    Oleh sebab itu, dibutuhkan fasilitator yang tidak hanya mampu mendampingi, tetapi juga membuka ruang ekspresi, membangun rasa nyaman, dan memberikan apresiasi kepada anak muda.

    “Para fasilitator ini harus mampu menumbuhkan para pemuda menjadi taman seribu bunga yang menyumbangkan keindahan warna aslinya dan kita jadikan satu akumulasi kebaikan dalam kolektif jenius,” ungkap Almuzzammil.

  2. 2. PKS ungkap proses kaderisasi di partainya

    Screenshot_20260717_133958_YouTube.jpg.png
    Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan, Aang Kunaifi harap Gema Keadilan jadi ruang kaderisasi. (Dok. PKS).

    Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan, Aang Kunaifi mengatakan TYF dirancang untuk memperbanyak fasilitator muda yang mampu menjadi pendamping, sahabat, dan teman bagi anak muda, khususnya yang berada di sekitar basis sosial PKS.

    “Yang ingin kita capai adalah menghasilkan sebanyak mungkin para fasilitator muda yang bertugas untuk menjadi pendamping, menjadi sahabat, menjadi teman bagi basis sosial PKS, terutama dari segmen anak muda,” ujar Aang.

    Aang menjelaskan, proses kaderisasi dan regenerasi memiliki dua kata kunci, yakni rekrutmen dan retensi. Mengajak anak muda untuk berkumpul bersama PKS baru merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka merasa nyaman, mendapatkan ruang untuk berkembang, dan tetap aktif.

    “Semakin banyak orang bersama kita dan semakin banyak orang yang ingin menjadi bagian dari kita, maka semakin banyak pula fasilitator yang kita butuhkan,” bebernya.

  3. 3. PKS ingin TYF digelar masif di seluruh Indonesia

    IMG-20260831-WA0108.jpg
    Kaderisasi yang berlangsung di PKS. (Dok. PKS).

    Aang berharap TYF dapat menjadi pemantik bagi DPW PKS di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan serupa secara offline. Dengan demikian, ekosistem fasilitator muda dapat semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak generasi muda.

    Melalui TYF, PKS ingin memastikan kedekatan dengan anak muda tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pendampingan yang konsisten dan ruang aktualisasi yang terbuka.

    Mengakhiri sambutannya, Almuzzammil menyampaikan semangat kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bagian dari ikhtiar melahirkan generasi muda penggerak perubahan. "Selamat mengikuti Training for Youth Facilitator. Semoga Allah memberkahi ikhtiar kita semua,” tutup AMY.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More