Jakarta, IDN Times - Greenland belakangan sering muncul dalam pembahasan geopolitik global. Pulau terbesar di dunia ini bukan lagi dipandang sekadar wilayah es di Kutub Utara, tetapi sudah menjadi titik penting dalam persaingan kekuatan besar. Sejumlah media internasional menyoroti bagaimana posisi strategis, kekayaan alam, dan dinamika politik membuat Greenland semakin dilirik banyak negara.
Kenapa Greenland Jadi Rebutan Negara-Negara Besar? Ini Alasannya!

Intinya sih...
Posisi strategis Greenland di kawasan Arktik
Kekayaan mineral yang jadi incaran
Ketegangan politik dan suara dari Greenland
1. Posisi strategis Greenland di kawasan Arktik
Greenland berada di jalur krusial antara Amerika Utara dan Eropa, sekaligus dekat dengan wilayah Arktik yang makin terbuka akibat perubahan iklim. The Guardian melansir, mencairnya es membuka jalur pelayaran baru dan menjadikan kawasan sekitar Greenland sebagai garis depan baru dalam persaingan Amerika Serikat dan Rusia.
Analisis dari Belfer Center Harvard juga menyebut Greenland penting bagi sistem pertahanan dan peringatan dini AS, terutama karena keberadaan pangkalan militer di wilayah tersebut. Situasi ini diperkuat laporan Business Standard yang menilai Greenland sebagai aset strategis di tengah meningkatnya ketegangan global.
2. Kekayaan mineral yang jadi incaran
Selain faktor militer, Greenland menyimpan cadangan mineral penting dalam jumlah besar. Menurut Anadolu Agency (AA), wilayah ini kaya akan mineral kritis seperti rare earth elements yang dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari energi terbarukan hingga industri pertahanan.
Media Mining.com.au menyoroti bahwa kekayaan ini membuat Greenland relevan dalam strategi NATO dan negara Barat untuk mengamankan pasokan bahan baku di luar China. Isu mineral ini juga dibahas The Guardian sebagai salah satu alasan utama mengapa Greenland terus masuk dalam peta kepentingan global.
3. Ketegangan politik dan suara dari Greenland
Minat negara besar terhadap Greenland memicu respons dari pemimpin lokal dan sekutu Eropa. Dilansir India News Network, pemimpin Greenland secara terbuka mengkritik ketertarikan Amerika Serikat yang dinilai mengabaikan aspirasi rakyat setempat. Sementara itu, The Guardian edisi lain menyoroti pernyataan pejabat Uni Eropa yang menilai tekanan politik terkait Greenland sebagai langkah keliru dan berpotensi memicu ketegangan baru. Kondisi ini menunjukkan bahwa Greenland bukan hanya objek perebutan, tetapi juga aktor yang berusaha menentukan masa depannya sendiri.
Greenland kini berada di persimpangan antara geopolitik, ekonomi, dan perubahan iklim. Posisi strategis di Arktik, kekayaan mineral bernilai tinggi, serta meningkatnya persaingan global membuat pulau ini semakin sering menjadi sorotan dunia. Jelas bahwa perebutan pengaruh di Greenland bukan isu sementara, melainkan bagian dari dinamika jangka panjang yang akan terus berkembang.