Jakarta, IDN Times - Kantor Kepresidenan Afrika Selatan mengumumkan pada Rabu (16/9/2026), bahwa Presiden Cyril Ramaphosa harus menepi dari seluruh agenda kenegaraan akibat kondisi kesehatannya yang menurun. Langkah ini diambil agar pemimpin berusia 73 tahun tersebut bisa mendapatkan waktu istirahat dan pemulihan fisik yang memadai.
Meski demikian, pemerintah menjamin roda birokrasi dan koordinasi kenegaraan tetap berjalan stabil di bawah pemantauan para menteri kabinet. Seluruh layanan publik juga dipastikan tetap beroperasi secara normal tanpa adanya kendala operasional.
