Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kim Jong Un Resmikan Kang Kon, Kapal Perang Terbesar Korut
Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia berpartisipasi dalam serangkaian upacara resmi untuk merayakan peringatan 70 tahun Hari Kemenangan dalam Perang Pembebasan Tanah Air Besar. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Korea Utara meresmikan kapal perusak berpeluru kendali Kang Kon di Pelabuhan Wonsan; Kim Jong Un menyebutnya mampu melancarkan serangan balasan menghancurkan terhadap musuh.
  • Berbobot 5.000 ton, Kang Kon adalah kapal perang terbesar Korut dan kapal kedua kelas Choe Hyon, setelah perbaikan serta pengujian pascainsiden semi-tenggelam pada 2025.
  • Korut berencana melipatgandakan kekuatan laut lewat pangkalan baru dan produksi kapal, menjelang latihan lima hari AS, Korea Selatan, dan Jepang di perairan Jeju.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN TimesKorea Utara (Korut) resmi mengoperasikan kapal perusak berpeluru kendali terbaru bernama Kang Kon di Pelabuhan Wonsan, Provinsi Kangwon, pada Minggu (6/9/2026). Pemimpin Korut, Kim Jong Un, menyatakan kapal perang itu mampu memberikan serangan balasan yang menghancurkan terhadap musuh.

Mengutip laporan Korean Central News Agency (KCNA), Kim menghadiri langsung upacara peresmian kapal yang mengambil nama dari tokoh militer Perang Korea tersebut. Kang Kon disiapkan untuk menghadapi ancaman di laut timur Semenanjung Korea sekaligus mempertegas kedaulatan negara di wilayah perairan.

Dalam kesempatan tersebut, Kim menyampaikan pandangannya mengenai pengoperasian kapal perang terbaru Korut.

“Saatnya telah tiba bagi kita untuk menjalankan kedaulatan kita di laut dan di bawah air,” ujar Kim, dikutip Al Jazeera.

1. Kang Kon menjadi kapal perang terbesar Korut

ilustrasi kapal perang (pexels.com/John Wolf)

Kang Kon merupakan kapal kedua kelas Choe Hyon dengan bobot 5 ribu ton dan menjadi kapal perang terbesar milik Pyongyang. Kapal pertama dari kelas tersebut telah beroperasi sejak Juni 2026 dan disebut sebagai simbol berakhirnya era stagnasi angkatan laut Korut.

Para analis menilai sistem persenjataan yang digunakan kapal kelas Choe Hyon berpotensi membawa muatan nuklir. Pengoperasian Kang Kon sendiri sempat tertunda setelah kapal mengalami insiden semi-tenggelam dalam uji peluncuran pertama pada Mei 2025.

Setelah insiden tersebut, kapal menjalani perbaikan lambung, uji laut, serta pengujian persenjataan. Seluruh rangkaian pengujian itu rampung pada Juli 2026 sehingga Kang Kon akhirnya siap menjalankan tugasnya.

2. Korut memperluas kekuatan angkatan laut

Bendera Korea Utara (unsplash.com/Mike Bravo)

Kim menyebut peresmian Kang Kon sebagai bagian dari rencana besar untuk melipatgandakan kekuatan angkatan laut Korut. Rencana itu mencakup pembangunan pangkalan baru di pantai timur serta instruksi kepada galangan kapal nasional untuk membuat dua kapal permukaan baru setiap tahun.

Kapal yang diproduksi nantinya termasuk kapal penjelajah dengan ukuran dua kali lipat dari kelas Choe Hyon. Kim juga menyampaikan bahwa peningkatan kekuatan angkatan laut tersebut akan kembali dibuktikannya kepada dunia setelah delapan bulan.

“Kami sedang melaksanakan rencana penting untuk meningkatkan kekuatan angkatan laut kami. Saya akan, sekali lagi, membuktikan itu kepada dunia setelah delapan bulan,” kata Kim, dikutip CNN.

Pyongyang juga mengklaim sedang mengembangkan kapal selam serang bertenaga nuklir berukuran besar. Armada tersebut dirancang untuk menandingi kekuatan militer Angkatan Laut Amerika Serikat (AS).

3. Latihan trilateral berlangsung di perairan Jeju

ilustrasi operasi keamanan di area laut (pexels.com/germannavyphotograph)

Upacara peresmian yang turut dihadiri putri Kim, Kim Ju Ae, berlangsung sehari sebelum latihan militer trilateral Freedom Edge dimulai. Latihan selama lima hari itu melibatkan AS, Korea Selatan, dan Jepang di perairan Pulau Jeju.

Korsel menyatakan latihan tersebut bersifat defensif untuk menghadapi ancaman rudal dan nuklir Korut. Sebaliknya, Korut menilai latihan trilateral itu sebagai aksi unjuk kekuatan yang sembrono sehingga penguatan armada laut dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga daya tangkal nuklir mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article