Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rahasia Taktik Pesawat Umpan Bill Clinton di Pakistan 26 Tahun Lalu
Bill Clinton (William J. Clinton Presidential Library, CC0, via Wikimedia Commons)
  • Bill Clinton memakai pesawat umpan saat kunjungan berisiko tinggi ke Pakistan pada 25 Maret 2000, guna menghindari ancaman pembunuhan kelompok militan Al-Qaeda.
  • Pesawat berlogo Air Force One diterbangkan kosong, sementara Clinton dan rombongan terbatas mendarat diam-diam dengan pesawat eksekutif polos di Islamabad.
  • Jurnalis USA Today Susan Page mengungkap operasi itu setelah hampir 26 tahun, menyusul laporan taktik pengamanan serupa yang diduga dipakai Donald Trump.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, pernah menggunakan pesawat umpan saat melakukan kunjungan berisiko tinggi ke Pakistan pada 25 Maret 2000. Hal itu dilakukan demi menghindari ancaman pembunuhan dari kelompok militan. Taktik penyamaran udara ini kembali hangat diperbincangkan setelah jurnalis senior yang ikut dalam rombongan kala itu akhirnya membuka suara setelah memendam rahasia tersebut selama lebih dari seperempat abad.

Kisah operasi rahasia ini diungkapkan oleh Susan Page, jurnalis veteran dari USA Today, setelah laporan tentang taktik serupa yang baru-baru ini digunakan oleh Donald Trump mencuat ke publik. Informasi yang baru terkuak ini memberikan pandangan mendalam mengenai ketatnya prosedur pengamanan yang harus dilalui oleh para pemimpin negara Paman Sam saat berada di wilayah rawan konflik.

1. Taktik pesawat umpan demi mengelabui kelompok militan

ilustrasi pesawat militer (pexels.com/Luis Merlos Vega)

Perjalanan dinas Bill Clinton ke Islamabad 26 tahun lalu itu, dibayangi oleh ancaman pembunuhan dari kelompok militan Al-Qaeda. Ancaman serius ini bahkan terdeteksi hingga ke area sekitar bandara tujuan, di mana militan dilaporkan sempat menguasai rudal pemanggul Stinger di dekat landasan pacu sesaat sebelum jadwal kedatangan sang presiden. Sebagai langkah pencegahan, mereka menyiapkan sebuah pesawat kosong dengan logo resmi Air Force One terlebih dahulu.

Penerbangan resmi kepresidenan yang biasanya menggunakan Boeing 747 mewah digantikan dengan pesawat eksekutif tanpa tanda khusus. Clinton bersama rombongan terbatasnya mendarat diam-diam menggunakan pesawat sipil polos tersebut beberapa saat kemudian. Rencana taktis ini berhasil mengelabui mata publik dan potensi penyerang yang mengincar sang presiden di darat.

2. Pengakuan jurnalis senior setelah membungkam puluhan tahun

ilustrasi jurnalis (pexels.com/beyzahzah)

Selama hampir 26 tahun, jurnalis veteran USA Today bernama Susan Page memilih untuk tutup mulut mengenai operasi rahasia ini. Page yang kala itu menjabat sebagai ketua Asosiasi Koresponden Gedung Putih dipanggil oleh pejabat pers untuk mendapat pengarahan rahasia. Dia diwajibkan menjaga kerahasiaan demi keselamatan seluruh jurnalis yang ikut serta dalam kunjungan luar negeri tersebut.

Seperti dilansir The Washington Post, Page akhirnya membagikan kisah lama ini karena taktik serupa terulang kembali baru-baru ini. Menurutnya, bahaya nyata saat itu mengancam semua orang di dalam pesawat kepresidenan yang menjadi umpan pendaratan. "Mereka memberi tahu saya tentang prosedur keamanan luar biasa yang diambil karena bahaya terbang ke sana, termasuk penggunaan pesawat umpan," ungkap Page mengenang situasi menegangkan tersebut.

3. Kemiripan operasi Clinton dengan penerbangan rahasia Donald Trump

Donald Trump (Marc Nozell from Merrimack, New Hampshire, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Taktik pengamanan udara berisiko tinggi ini kembali menjadi sorotan setelah Donald Trump diduga melakukan langkah serupa pada Juli (2026). Trump dikabarkan dipindahkan secara rahasia menggunakan truk katering bandara untuk berpindah pesawat saat meninggalkan Turki menuju Inggris. Pengalihan penerbangan darurat ini dilakukan oleh agen Secret Service setelah mendeteksi ancaman nyata dari pihak Iran.

Seperti dilansir The Times of India, taktik pengalihan tersebut membuat staf kepresidenan dan jurnalis tetap berada di pesawat umpan tanpa menyadari hilangnya Trump. Tindakan penyelamatan ini menunjukkan bahwa protokol keamanan presiden Amerika Serikat tidak banyak berubah saat menghadapi ancaman pembunuhan. Penggunaan armada palsu atau taktik umpan terbukti menjadi solusi ekstrem yang andal untuk melindungi keselamatan pemimpin negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article