Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kolombia Diguncang Gempa M 7,4, KBRI Bogota Pantau WNI
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada 10 Agustus 2026, berpusat di Departemen Choco sekitar 280 kilometer dari Bogota, dan menewaskan sedikitnya 18 orang.
  • Guncangan terasa kuat di Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague; pemerintah Kolombia mengaktifkan tanggap darurat serta Pos Komando Terpadu.
  • KBRI Bogota memastikan seluruh WNI di Kolombia aman, terus berkoordinasi dengan otoritas, dan mengimbau WNI waspada, mengikuti informasi resmi, serta menjaga komunikasi dengan KBRI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (10/8/2026)

Gempa magnitudo 7,4 terjadi pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat di Departemen Choco, sekitar 280 kilometer dari Bogota. Guncangan dirasakan di sejumlah kota dan sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal dunia.

Selasa (11/8/2026)

Kemlu RI menyatakan KBRI Bogota telah berkomunikasi dengan WNI di wilayah terdampak. Seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia, dengan sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal dunia oleh otoritas setempat.
  • Who?
    Otoritas Kolombia menangani bencana; Kemlu RI dan KBRI Bogota memantau WNI. Seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman.
  • Where?
    Pusat gempa berada di Departemen Choco, sekitar 280 kilometer dari Bogota. Guncangan dirasakan di Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.
  • When?
    Gempa terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 07.34 waktu setempat. Kemlu RI menyampaikan perkembangan pemantauan pada Selasa, 11 Agustus 2026.
  • Why?
    Penyebab gempa per saat ini masih belum diketahui. Pemerintah Kolombia mengaktifkan tanggap darurat untuk menangani dampak dan asesmen kebutuhan wilayah terdampak.
  • How?
    Pemerintah Kolombia membentuk Pos Komando Terpadu. KBRI Bogota berkomunikasi dengan WNI, berkoordinasi dengan otoritas setempat, serta menyiapkan langkah darurat jika terjadi gempa susulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin pagi. Gempa terasa sampai Bogota dan kota lain. Sedikitnya 18 orang meninggal. KBRI Bogota menghubungi orang Indonesia di sana. Semua orang Indonesia dilaporkan aman. Pemerintah Kolombia sedang membantu warga. KBRI juga meminta orang Indonesia tetap hati-hati dan ikut arahan petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah situasi gempa yang mengguncang sejumlah wilayah Kolombia, pemantauan aktif KBRI Bogota menunjukkan seluruh WNI dilaporkan aman. Komunikasi langsung dengan warga, koordinasi bersama otoritas setempat, serta kesiapan langkah darurat mencerminkan pelindungan yang terorganisasi. Mekanisme tanggap darurat nasional Kolombia juga telah diaktifkan untuk mendukung asesmen dan penanganan di wilayah terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui KBRI Bogota terus memantau perkembangan situasi setelah gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026).

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan, gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa berada di Departemen Choco, sekitar 280 kilometer dari Bogota.

Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Kolombia, termasuk Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague. Otoritas setempat sementara melaporkan sedikitnya 18 orang meninggal dunia.

“KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman,” kata Heni dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

1. KBRI pantau kondisi WNI

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

KBRI Bogota terus berkoordinasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan kondisi mereka pascagempa.

Selain memantau keselamatan WNI, KBRI juga menyiapkan langkah-langkah darurat apabila terjadi gempa susulan atau perkembangan situasi lain yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat Indonesia di Kolombia.

Kemlu memastikan pemantauan akan terus dilakukan seiring proses asesmen dan penanganan bencana oleh otoritas Kolombia.

2. Kolombia aktifkan tanggap darurat

Kerusakan akibat gempa M7,4 Kolombia. (AFP/JAIME SALDARRIAGA)

Pemerintah Kolombia telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah negara tersebut.

Otoritas setempat juga membentuk Pos Komando Terpadu untuk mengoordinasikan penanganan bencana dan melakukan asesmen terhadap kebutuhan di wilayah-wilayah terdampak.

KBRI Bogota terus berkoordinasi dengan otoritas setempat sekaligus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

3. WNI diminta tetap waspada

ilustrasi Bogotá, Colombia, Kolombia (pexels.com/Rodolfo Torres Bermudez)

KBRI Bogota mengimbau seluruh WNI yang berada di Kolombia untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. WNI juga diminta memantau informasi melalui sumber resmi serta menjaga komunikasi dengan KBRI Bogota, terutama bagi mereka yang berada di wilayah yang merasakan dampak gempa.

Dalam kondisi darurat, WNI di Kolombia dapat menghubungi Hotline KBRI Bogota di nomor +57 301 9061706.

“Kemlu melalui KBRI Bogota akan terus memonitor situasi dan melakukan koordinasi untuk memastikan pelindungan WNI dapat diberikan sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Heni.

Curated For You

Editorial Team

Related Article