Jakarta, IDN Times – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan China dan Nepal mencapai sedikitnya 750 orang. Sementara itu, lebih dari 3.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang ketika operasi pencarian dan penyelamatan memasuki hari kelima pada Minggu (30/8/2026).
Bencana tersebut terjadi pada Rabu pagi di kawasan perbatasan China-Nepal. Aliran air dalam jumlah besar yang membawa material es, lumpur, dan bebatuan menerjang wilayah di sepanjang sungai, menyapu permukiman serta sejumlah fasilitas infrastruktur.
Data dari Nepal dan China mencatat total korban meninggal dunia mencapai 750 orang, sementara sebanyak 3.044 orang masih hilang. Sebagian korban dikhawatirkan terseret arus hingga wilayah India.
Situasi di lapangan masih dinamis. Otoritas Nepal bahkan mengeluarkan peringatan baru pada Minggu pagi setelah menerima laporan mengenai peningkatan aliran Sungai Bhotekoshi di Distrik Rasuwa, salah satu wilayah yang terdampak bencana.
“Karena itu, seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan, mereka yang berada di kawasan tepi sungai, serta semua orang di wilayah terdampak termasuk Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Chitwan diminta untuk berhati-hati,” kata National Disaster Risk Reduction and Management Authority (NDRRMA) Nepal dalam peringatannya, dilansir dari Channel News Asia.
