Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korban Tewas Gempa Kolombia Jadi 132 Jiwa, Bencana Nasional Ditetapkan
Kerusakan akibat gempa M7,4 Kolombia. (AFP/JAIME SALDARRIAGA)
  • Gempa magnitudo 7,4 mengguncang barat Kolombia pada 10 Agustus 2026, menewaskan 132 orang dan melukai 570 lainnya; korban tersebar di Risaralda, Valle del Cauca, Chocó, serta kota-kota terdampak.
  • Bencana merusak 1.575 rumah, meruntuhkan 61 bangunan, dan mengganggu fasilitas kesehatan, pendidikan, jalan, serta bandara. Sejumlah orang dilaporkan masih terjebak di bangunan rusak.
  • Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional, membentuk pos komando terpadu, dan mengerahkan tim penyelamat untuk koordinasi tanggap darurat serta asesmen korban dan kerusakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 132 orang tewas dan 570 lainnya terluka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026). Gempa menyebabkan bangunan runtuh di sejumlah kota dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.

Asosiasi Kota-kota Ibu Kota Kolombia melaporkan korban jiwa tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Hingga pukul 11.30 waktu setempat, sedikitnya 40 orang tewas di Risaralda, 27 orang di Valle del Cauca, dan empat orang di Choco.

Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar, mengonfirmasi sedikitnya 18 orang tewas di kota tersebut. Di Valle del Cauca, Gubernur Dilian Francisca Toro mengatakan sedikitnya 27 orang dilaporkan meninggal dunia.

Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, mengatakan gempa telah menyebabkan kerusakan pada 1.575 rumah, dengan 37 di antaranya hancur total. Selain itu, 61 bangunan dilaporkan runtuh, sementara 18 fasilitas kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 fasilitas komunitas, dan 18 ruas jalan mengalami kerusakan.

1. Korban tewas tersebar di sejumlah wilayah

Penyelamatan korban gempa Kolombia. (AFP/JAIME SALDARRIAGA)

US Geological Survey (USGS) mencatat gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa sekitar lima kilometer sebelah timur San Jose del Palmar, Departemen Choco, pada kedalaman 107 kilometer. Gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 kemudian terjadi sekitar pukul 08.18 waktu setempat, sekitar 16 kilometer sebelah barat San Jose del Palmar.

Gubernur Choco, Nubia Carolina Cordoba Curi, mengatakan sedikitnya empat orang tewas dan 69 lainnya terluka di wilayah tersebut. Ibu kota departemen, Quibdo, mengalami kerusakan struktural parah dan laporan awal menyebut sejumlah orang masih terjebak di dalam bangunan yang rusak.

Di Manizales, sedikitnya dua orang tewas dan lebih dari 32 bangunan mengalami kerusakan sebagian maupun total. Aktivitas akademik di kota tersebut dihentikan sementara setelah gempa menyebabkan kebocoran gas dan listrik.

Dilansir dari Anadolu, Selasa (11/8/2026), Wali Kota Cali, Alejandro Eder, mengatakan sedikitnya 20 bangunan runtuh di kotanya dan terdapat laporan orang yang masih terjebak di dalam bangunan.

2. Ribuan bangunan dan infrastruktur rusak

Kerusakan akibat gempa Kolombia. (AFP/JAIME SALDARRIAGA)

Gempa berdampak luas terhadap infrastruktur di sejumlah wilayah Kolombia. Pemerintah mencatat 1.575 rumah mengalami kerusakan, dengan 37 di antaranya hancur total. Sebanyak 61 bangunan juga dilaporkan runtuh. Selain itu, 18 fasilitas kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 fasilitas komunitas, dan 18 ruas jalan mengalami kerusakan akibat gempa.

Bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali turut mengalami kerusakan. Operasi penerbangan di sejumlah bandara lain, termasuk Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura, dihentikan sementara untuk pemeriksaan struktur. Di Manizales, salah satu menara utama katedral ikonik kota tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dan terlihat miring ke arah struktur utama bangunan.

3. Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella dalam rapat usai gempa Kolombia. (AFP/Colombiana Presidency)

Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional untuk memperkuat mobilisasi dan koordinasi sumber daya dalam menangani keadaan darurat. Presiden De la Espriella mengatakan pemerintah bergerak langsung untuk mengoordinasikan respons terhadap bencana tersebut.

"Negara hadir dan mengambil tindakan," kata De la Espriella setelah gempa.

Dia memerintahkan pembentukan pos komando terpadu untuk mengoordinasikan operasi tanggap darurat dan meminta laporan menyeluruh mengenai kondisi wilayah terdampak.

Di Bogota, sirene darurat berbunyi dan ribuan pekerja serta warga berhamburan keluar dari gedung. Wali Kota Bogota, Carlos Fernando Galan, mengatakan tidak ditemukan kerusakan struktural serius di ibu kota.

Galan menyatakan Bogota siap membantu wilayah yang paling terdampak, dengan 100 personel penyelamat yang telah disiapkan untuk diberangkatkan ke wilayah bencana.

Sejumlah infrastruktur penting juga ditutup sementara untuk pemeriksaan, termasuk Terowongan Sumapaz dan Jembatan Mariano Ospina. Tim penyelamat dan otoritas di berbagai departemen masih melakukan asesmen untuk mengetahui jumlah korban dan kerusakan secara keseluruhan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article