Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korsel Berencana Pangkas Bebas Wajib Militer bagi Atlet Berprestasi
Bendera Korea Selatan (magnific.com/wirestock)
  • Pemerintah Korea Selatan berencana memperketat hingga menghapus bertahap dispensasi wajib militer bagi atlet berprestasi setelah kritik publik soal keadilan sosial.
  • Polemik mencuat usai pemain sepak bola peraih emas Asian Games merayakan bebas dinas militer; kapten Lee Gi-hyuk kemudian meminta maaf kepada penggemar dan prajurit.
  • Saat semua pria sehat wajib berdinas 18–24 bulan, pengecualian bagi peraih medali memicu kecemburuan sosial di tengah menyusutnya calon personel tentara akibat penurunan kelahiran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Korea Selatan berencana mengurangi pembebasan wajib militer bagi para atlet yang berprestasi. Langkah ini diambil oleh kabinet setelah mendapat kritik keras dari masyarakat luas.

Peninjauan aturan ini bertujuan untuk mengembalikan rasa keadilan sosial. Pemerintah sedang bersiap memperketat aturan keringanan tersebut agar kewajiban bela negara dapat dijalankan secara adil oleh seluruh warga.

1. Kontroversi selebrasi bebas wajib militer tim sepak bola Korea Selatan

Kontroversi muncul saat tim sepak bola putra Korea Selatan berhasil mempertahankan medali emas di Asian Games Jepang. Perayaan para pemain memicu kemarahan publik karena dinilai lebih memamerkan kebebasan dari wajib militer ketimbang prestasi yang mereka raih.

Kapten tim Lee Gi-hyuk berseru kepada wartawan bahwa dirinya terbebas dari dinas militer sambil mengangkat medalinya. Penyerang Park Seung-soo makin memperkeruh suasana setelah mengunggah foto dirinya mengenakan topi purnatugas tentara di media sosial.

Kemarahan publik akhirnya memaksa sang kapten meminta maaf secara terbuka.

"Saya meminta maaf kepada para penggemar yang sedang menjalani wajib militer serta semua pihak yang telah tulus mendukung kami," kata Lee Gi-hyuk, dilansir Channel News Asia.

2. Rencana evaluasi dan penghapusan dispensasi wajib militer bagi atlet

Merespons polemik tersebut, kementerian terkait menggelar audit parlemen. Otoritas olahraga menegaskan bahwa aturan bonus dan keringanan bagi atlet berprestasi harus dinilai ulang secara ketat demi menjaga keadilan bagi masyarakat luas. Menteri Olahraga Chae Hwi-young menyebut pengetatan aturan ini tidak bisa dihindari.

"Saya yakin masyarakat sepakat bahwa sistem ini harus dibuat lebih adil dan ketat," ujar Chae.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan menilai sikap para atlet tersebut telah mencoreng kesucian tugas bela negara. Menteri Pertahanan Kang Shin-chul menegaskan bahwa pihaknya berencana mengurangi keringanan wajib militer ini secara bertahap hingga akhirnya dihapus sepenuhnya.

3. Perdebatan keadilan dispensasi wajib militer atlet di tengah krisis personel tentara

Seluruh pria yang berbadan sehat wajib menjalani dinas militer selama 18 hingga 24 bulan sebelum berusia 28 tahun. Namun, aturan selama lima dekade terakhir memberikan pengecualian bagi peraih medali Asian Games dan Olimpiade, yang hanya perlu menjalani pelatihan dasar selama beberapa pekan.

Keistimewaan bagi para atlet ini memicu kecemburuan sosial. Kondisi ini terasa makin mendesak karena penurunan angka kelahiran terus mengurangi jumlah pemuda yang bisa direkrut menjadi tentara.

"Melihat perkembangan zaman, cara pemberian bebas wajib militer harus diubah secara menyeluruh," tutur Pemimpin Partai Demokrat Kim Min-seok.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article