potret Kim Yo Jong (주식회사문화방송, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
Peluncuran proyektil militer Korut ini terjadi hanya beberapa jam setelah Donald Trump menyampaikan keinginannya untuk menemui Kim Jong Un. Pemimpin Amerika Serikat tersebut mengaku memiliki hubungan personal yang sangat baik dengan pimpinan tertinggi Pyongyang. Trump bahkan memerintahkan pemangkasan skala latihan militer Ulchi Freedom Shield karena menilai latihan gabungan tersebut memberi sinyal yang tidak tepat.
"Latihan militer itu memberikan sinyal yang sama sekali tidak tepat dan bermusuhan," ujar Trump. Selain faktor hubungan pribadi dengan Kim, Trump juga menyinggung minimnya dukungan Korea Selatan dalam konflik AS di Iran sebagai alasan lain pemangkasan porsi latihan tersebut.
Namun, respons dingin disampaikan oleh adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, melalui media resmi pemerintah. Ia menyebut keputusan Trump memangkas latihan militer sebagai hal yang "tidak layak dikomentari" dan menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Pyongyang tetap bersifat bermusuhan.
Walaupun mengakui hubungan pribadi antara kakaknya dan Trump tetap baik, Kim Yo Jong mengaku tidak mengetahui adanya komunikasi baru antara kedua belah pihak. "Hubungan pribadi antara kedua pemimpin memang luar biasa, tetapi saya tidak mengetahui adanya komunikasi baru-baru ini," kata Kim Yo Jong.
Dilansir CBS News, manuver diplomasi Trump ini memicu perhatian dari para sekutu Amerika Serikat di kawasan Asia Timur. Pengurangan skala latihan militer gabungan di Semenanjung Korea tersebut disepakati untuk diakhiri lebih cepat dari jadwal semula. Pihak Pentagon menegaskan bahwa pemangkasan porsi latihan itu tidak mengurangi kesiapan tempur maupun tujuan pelatihan pasukan mereka.