Jakarta, IDN Times - Jepang diperkirakan akan menutup setidaknya 145 sekolah menengah atas (SMA) negeri yang dikelola pemerintah prefektur pada tahun ajaran 2040. Rencana ini merupakan bagian dari restrukturisasi pendidikan akibat penurunan angka kelahiran dan menyusutnya jumlah calon siswa di berbagai wilayah.
Berdasarkan survei Asahi Shimbun terhadap 47 pemerintah prefektur pada Mei-Juni 2026, sebanyak 17 prefektur berencana mengurangi jumlah SMA negeri. Angka penutupan berpotensi bertambah karena sejumlah daerah masih menyusun kebijakan, sementara perluasan subsidi biaya sekolah menengah juga dapat memengaruhi penerimaan siswa.
