Jakarta, IDN Times - Militer Israel melancarkan rentetan serangan udara ke beberapa wilayah di Lebanon selatan pada Minggu (27/9/2026) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran Tel Aviv terhadap kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan disepakati pada Juni 2026.
Pihak militer Israel mengeklaim gempuran tersebut merupakan respons terhadap peluncuran pesawat nirawak bermuatan peledak milik Hizbullah ke arah pasukannya. Sementara itu, otoritas Lebanon mencatat rangkaian operasi militer Israel sejak 2 Maret 2026 telah menewaskan sedikitnya 4.386 orang, melukai 12.407 lainnya, dan memaksa lebih dari satu juta jiwa mengungsi.
