Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Langgar Kesepakatan, Iran Serang 2 Kapal Komersial di Selat Hormuz
Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/MC2 Indra Beaufort)
  • Iran melalui IRGC meluncurkan rudal ke dua kapal komersial di Selat Hormuz, termasuk kapal tanker milik Nakilat asal Qatar, menyebabkan kebakaran dan kerusakan berat tanpa korban jiwa.
  • Tindakan Iran dianggap melanggar kesepakatan damai dengan Amerika Serikat yang mewajibkan pembukaan penuh Selat Hormuz tanpa serangan, sehingga mengancam proses negosiasi perdamaian kedua negara.
  • Serangan ini terjadi setelah insiden serupa pada akhir Juni yang memicu kemarahan AS dan baku serang antara kedua negara di sekitar wilayah Selat Hormuz.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Iran dikabarkan telah meluncurkan serangan rudal terbaru ke dua kapal komersial yang sedang transit di Selat Hormuz. Serangan tersebut dilakukan pada Senin (6/7/2026) malam waktu setempat. Salah satu yang diserang merupakan kapal tanker minyak milik perusahaan transportasi gas asal Qatar, Nakilat. 

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengaku pihaknya ada di balik serangan itu. Sebab, sebelum melakukan serangan, IRGC sudah lebih dahulu memberikan peringatan kepada kapal-kapal yang ada di Selat Hormuz. “Rudal dan drone kami siap menembaki kalian," bunyi pernyataan resmi IRGC yang dikutip Wall Street Journal (WSJ)

1. Serangan menyebabkan kebakaran dan kerusakan hebat

ilustrasi kebakaran di kapal (pexels.com/龜龜俠 楊)

Serangan IRGC membuat dua kapal tadi mengalami kebakaran dan kerusakan hebat di sejumlah bagian. Kerusakan ini membuat perusahan pemilik kapal harus menanggung kerugian dalam jumlah yang besar. Belum lagi kerugian yang timbul imbas kegagalan mengirim barang ke negara tujuan. Beruntungnya, tidak korban jiwa akibat serangan tersebut.

"Ruang mesin terbakar dan dipenuhi asap. Kerusakan lebih lanjut belum dapat dinilai. Semua awak kapal selamat dan berkumpul di sisi kanan kapal," bunyi pernyataan resmi Nakilat yang kapalnya terkena serangan rudal Iran dilansir The National. Nakilat menambahkan bahwa kapal mereka diserangan saat sedang berlabuh di sebuah pelabuhan di Selat Hormuz.

2. Serangan Iran di Selat Hormuz melanggar kesepakatan dengan Amerika Serikat

ilustrasi kesepakatan damai (pexels.com/Kevin Malik)

Serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz ini sebetulnya melanggar kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Sebab, salah satu isi dari kesepakatan tersebut adalah Iran harus bersedia membuka Selat Hormuz secara penuh dan tidak boleh melakukan serangan apa pun di sana.

Oleh karena itu, serangan terbaru IRGC di Selat Hormuz berpotensi mengganggu upaya perdamaian Iran dan AS. Padahal, negosiasi Iran dan AS kini juga sedang berlanjut. Langkah ini dilakukan agar kedua negara bisa mencapai perdamaian abadi sehingga perang terhadap satu sama lain bisa segera usai.  

3. Serangan terakhir Iran di Selat Hormuz membuat AS marah besar

potret bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Gene Gallin)

Pada akhir Juni lalu, Iran juga pernah melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar di Selat Hormuz. Serangan ini akhirnya membuat AS marah besar dan membalas serangan Iran. Baku serang antara AS dan Iran pun kala itu kembali terjadi.

Kala itu, AS melakukan dua serangan beruntun ke Iran. Serangan perdana dilakukan pada 26 Juni, sedangkan serangan kedua dilakukan pada 27 Juni. Kedua serangan itu menyasar situs penyimpanan rudal dan drone milik Iran yang ada di dekat Selat Hormuz. Tidak lama kemudian, Iran langsung membalas serangan AS dengan menyerang pangkalan militer mereka di Bahrain dan Kuwait.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article