Cegah Kebakaran saat Kemarau, Bantar Gebang Dipantau Pakai Drone

- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat mitigasi kebakaran di TPST Bantargebang dengan menyusun SOP penanggulangan bencana untuk menghadapi risiko saat musim kemarau.
- DLH DKI Jakarta melakukan pengawasan area landfill menggunakan drone guna memetakan titik rawan dan mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
- Kesiapsiagaan diperkuat lewat posko siaga 24 jam, peralatan pemadam lengkap, serta alat berat yang disiapkan untuk mempercepat penanganan jika muncul titik api.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan di TPST Bantargebang dalam menghadapi musim kemarau. Salah satunya dengan melakukan pemantauan menggunakan drone.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan, cuaca panas dan kering menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan potensi titik api di kawasan pengolahan sampah. Dengan demikian, langkah pencegahan, pengawasan, dan penanganan darurat diperkuat secara berlapis.
"Musim kemarau membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi, terutama di kawasan landfill. Karena itu, kami memperkuat langkah antisipasi sejak dini, mulai dari pencegahan titik api, kesiapsiagaan petugas dan peralatan, hingga koordinasi lintas instansi agar setiap potensi risiko dapat dicegah dan ditangani secara cepat,” ujar Dudi dalam keterangan, Selasa (7/7/2026).
1. Susun SOP kebakaran di Bantargebang

Dudi menjelaskan, Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana kebakaran, longsor, dan banjir di kawasan TPST Bantargebang.
"SOP tersebut menjadi acuan bagi petugas dalam melaksanakan pencegahan, kesiapsiagaan, serta penanganan apabila terjadi kondisi darurat," ujar dia.
2. Pengawasan dengan drone

DLH DKI Jakarta juga melakukan sejumlah langkah pencegahan langsung di lapangan, antara lain perapihan atau stripping pada lahan yang telah mengering, pembersihan tanaman dan vegetasi kering di area zona penimbunan, serta patroli rutin di kawasan landfill.
"Pengawasan dilakukan secara langsung maupun menggunakan drone untuk membantu pemetaan area rawan dan deteksi dini potensi titik api," ujar dia.
3. Kesiapsiagaan personel dan alat

Untuk mendukung penanganan awal apabila ditemukan titik api, DLH DKI Jakarta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, seperti pompa air, selang, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kolam penampungan air, tangki air, mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, serta mobil spray steam.
Penyemprotan dan penyiraman air pada zona landfill juga dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengendalian risiko selama musim kemarau.
Dudi menambahkan, kesiapsiagaan juga diperkuat melalui pengoperasian Posko Siaga Bencana yang berjalan selama 24 jam secara bergiliran.
“UPST memastikan personel, alat berat, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap. Dalam penanganan potensi kebakaran di area landfill, kecepatan deteksi dan kemampuan melokalisasi area menjadi sangat penting agar situasi tidak meluas,” ujar Dudi.
4. Seluruh alat berat dipastikan prima

Seluruh alat berat, seperti ekskavator dan bulldozer juga dipastikan dalam kondisi prima dan siaga selama 24 jam. Alat berat tersebut dibutuhkan untuk mendukung proses lokalisasi area, membuka akses penanganan, dan membantu pengendalian apabila terjadi kebakaran di kawasan landfill.
“UPST memastikan personel, alat berat, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap. Dalam penanganan potensi kebakaran di area landfill, kecepatan deteksi dan kemampuan melokalisasi area menjadi sangat penting agar situasi tidak meluas,” kata Dudi.




















